Menkes Sebut Indonesia Masih Impor Obat Kanker dan Hepatitis

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengapresiasi karyawan PT Brightgene Biomedical Indonesia karena telah berkontribusi dalam upaya pemerintah mewujudkan kemandirian bahan baku obat dalam acara groundbreaking pabrik di Karawang Barat, Jawa Barat pada Kamis (8/8/2019)
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  10:13 WIB
Menkes Sebut Indonesia Masih Impor Obat Kanker dan Hepatitis
Menteri Nila F. Moeloek dalam acara groundbreaking pabrik di Karawang Barat, Jawa Barat pada Kamis (8/8 - 2019) / Dok. Kemenkes

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengapresiasi karyawan PT Brightgene Biomedical Indonesia karena telah berkontribusi mewujudkan kemandirian bahan baku obat dalam acara groundbreaking pabrik di Karawang Barat, Jawa Barat pada Kamis (8/8/2019).

“Kita bersyukur investasi industri farmasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam kurun waktu 3 tahun setelah inpres diterbitkan. Tetapi, sayangnya beberapa obat kanker dan hepatitis yang ada pada saat ini masih merupakan obat impor,” katanya dikutip dari siaran pers yang diterima bisnis.com pada Jumat (9/8/2019).

Menurut  Nila, penyakit kanker dan hepatitis membutuhkan penanganan yang intensif karena dikutip dari data Riskesdas 2018, prevalensi penyakit kanker berdasarkan diagnosis dokter naik dari 1,4 permil pada tahun 2013 menjadi 1,8 permil pada tahun 2018.

Demikian pula dengan prevalensi hepatitis berdasarkan diagnosis dokter, naik dari 0,2 persen di tahun 2013 menjadi 0,4 persen di tahun 2018.

Oleh karena itu, Nila berharap PT BrightGene Biomedical Indonesia yang akan memproduksi bahan baku antivirus hepatitis B, bahan baku obat kanker dan bahan baku hormon dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan bahan baku obat untuk industri dalam negeri maupun mancanegara.

“Saya berharap agar PT BrightGene Biomedical Indonesia dapat terus berinovasi untuk menghasilkan bahan baku obat lain yang dapat digunakan untuk produk kesehatan dengan tetap memperhatikan pemenuhan standar mutu dan juga berkiprah di pasar global,” tegas Menkes Nila.

Komisaris dari PT BrightGene, Johannes Setijono berjanji, ke depannya PT BrightGene Biomedical Indonesia akan menjadi pengembang dan produsen bahan baku aktif obat yang memiliki kualitas dan standar teknologi tinggi, memenuhi standar kualitas farmasi internasional sehingga siap untuk ekspor ke pasar-pasar negara Asean.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
obat, industri farmasi, kanker, hepatitis, bahan baku obat

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top