Waspadai Gangguan Kelenjar Kupu-kupu

Salah satu bagian organ tubuh yang berperan penting dalam kesehatan adalah kelenjar tiroid. Organ tubuh yang berbentuk kupu-kupu ini terletak di leher bawah. Fungsinya penting, yakni mengendalikan metabolisme tubuh melalui hormon tiroid. Bentuknya lunak dan tidak kentara pada kulit.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  09:24 WIB
Waspadai Gangguan Kelenjar Kupu-kupu
Pemeriksaan Tiroid - Reuters/Damir Sogolj

Bisnis.com, JAKARTA—Salah satu bagian organ tubuh yang berperan penting dalam kesehatan adalah kelenjar tiroid. Organ tubuh yang berbentuk kupu-kupu ini terletak di leher bawah. Fungsinya penting, yakni mengendalikan metabolisme tubuh melalui hormon tiroid. Bentuknya lunak dan tidak kentara pada kulit.

Tiroid berperan dalam pengaturan fungsi penting lainnya seperti denyut jantung, sistem saraf pusat dan perifer, berat badan, kekuatan otot, suhu tubuh, siklus menstruasi, kadar kolesterol dalam darah, dan lain-lain.

Dokter spesialis penyakit dalam Muhammad Ikhsan Mokoagow dari RS Pondok Indah-Puri Indah Jakarta mengatakan bahwa hormon tiroid mengatur kecepatan bekerja dari sel-sel di tubuh manusia. “Jadi sel akan sangat cepat bekerja jika hormon meningkat, dan sebaliknya jika hormon kurang maka kinerja sel akan melambat,” ujarnya dalam acara Small Media Discussion RS Pondok Indah Group di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Kelenjar tiroid tidak bekerja sendiri, dia bekerja dengan hipotalamus dan pituitari. Jadi ada keterkaitan antara ketiga bagian ini, sehingga apabila terjadi gangguan tiroid banyak bagian organ tubuh yang ikut terganggu. Gangguan tiroid merupakan gangguan hormon yang dapat mengganggu seluruh tubuh karena terkait dengan metabolisme.

“Biasanya ditandai dengan berat badan yang turun tanpa sebab, ototnya lemah, dan suhu tubuh tidak beraturan, ada juga yang mengalami siklus menstruasi yang terganggu,” ujar Ikhsan.

Faktor risiko gangguan fungsi tiroid adalah umur yang lanjut, jenis kelamin perempuan, perokok, stres, genetik, zat kontras iodium, obat-obatan, dan lingkungan.

“Kondisi ini secara umum dibagi menjadi kelainan fungsi dan kelainan bentuk, ada yang masalahnya di fungsi kelenjar, ada masalahnya di kelainan bentuk kelenjar tiroid, atau bisa jadi kombinasi dari ”ujarnya. Sementara itu gangguan fungsi terbagi menjadi kekurangan hormon tiroid (hipotiroid) dan kelebihan hormon tiroid (hipertiroid).

Gejala hipertiroid ditandai dengan  sesak napas ketika beraktivitas, kelelahan, tidak tahan panas/dingin, keringat berlebihan, peningkatan nafsu makan. “Mereka juga biasanya suka cemas dan gemetar, sulit tidur dan mengalami perubahan siklus menstruasi,” ujarnya.

Sementara untuk yang hipotiroid ditandai dengan jumlah keringat sedikit, kulit kering, berat badan naik, sulit buang air besar, suara serak, gerakan lamban, kulit kasar, dan dingin. “Bisa juga terjadi pembengkakan di sekitar mata, dan denyut nadinya lambat,” ujarnya.

Gangguan lainnya adalah kelainan bentuk karena adanya benjolan atau nodul yang ditandai oleh pembesaran kelenjar tiroid. “Pembesaran kelenjar tiroid ditandai dengan benjolan tersebut bergerak naik-turun ketika seseorang menelan,” ujarnya. Benjolan ini bisa saja disertai dengan gangguan fungsi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hormon

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top