Influencer Arief Muhammad Kembangkan Bisnis Streetwear 'Billionare's Project'

Melalui brandnya Billionare's Project, influencer yang akrab dengan nama Pocong yang populer di media sosial Twitter, menyebut ia memang sedang melihat pasar clothing yang tengah bertumbuh pesat di Indonesia.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 September 2019  |  17:10 WIB
Influencer Arief Muhammad Kembangkan Bisnis Streetwear 'Billionare's Project'
Arief Muhammad ditemui di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan pada Selasa (3/9/2019) - Bisnis.com - Ria Theresia Situmorang
Bisnis.com, JAKARTA - Influencer sekaligus youtuber Arief Muhammad kini sedang menyasar bisnis clothing streetwear. 
 
Melalui brandnya Billionare's Project, influencer yang akrab dengan nama Pocong yang populer di media sosial Twitter, menyebut ia memang sedang melihat pasar clothing yang tengah bertumbuh pesat di Indonesia.
 
"Gue sih nggak ngelihat hypebeast-nya, tapi memang lagi pengen bisnis clothing terus emang kan makin banyak di Indonesia. Preparation-nya itu dari akhir tahun lalu 2018 lalu kita baru mulai awal 2019," ungkapnya. 
 
Awalnya, Arief bercerita Billionare's Project ia ambil sebagai nama brandnya untuk mengembangkan semangat anak muda agar memiliki pencapaian finansial tertentu.
 
"Kita itu pengen mengangkat biar spirit-nya itu orang-orang punya mimpi jadi billionare (miliader) dan mewujudkan mimpinya," lanjutnya. 
 
Menurutnya salah satu kelebihan produk Billionare's Peoject di antaranya adalah kualitasnya yang baik, sehingga ia berani menjual produk di range harga yang tinggi dan mendapat respon yang baik dari masyarakat.
 
"Kelebihan dari segi kualitas pasti kita kasih yang terbaik. Kalau dari segi desain kita selalu mencari tahu yang lagi ramai di luar. Satu lagi, kita produknya limited dan tidak pernah restock," katanya. 
 
Dengan harga produk berkisar Rp220.000 hingga Rp350.000, yang dijual melalui media e-commerce, produknya selalu terjual habis dalam beberapa menit, meski harganya terbilang sangat tinggi untuk produk lokal.
 
"Kaya sekarang kan orang banyak orang bisnis clothing nggak berani main harga tinggi, jualnya Rp80.000 sampai Rp120.000. Kalau menurut gue, kenapa kita nggak pede aja? Kita maju, kita set budaya baru, kalau brand lokal juga pantes kok mahal," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fashion, fashion

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top