Pilih Berkantor di Gedung Perkantoran atau Coworking Space? Ini Perbandingannya

Saat ini jumlah coworking space kian menjamur, pertumbuhannya pun semakin signifikan dari tahun ke tahun. Tidak sedikit perusahaan, terutama para startup dan industry kreatif yang memilih untuk berkantor di coworking space dibandingkan dengan menyewa gedung atau ruko sendiri.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 07 September 2019  |  10:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Saat ini jumlah coworking space kian menjamur, pertumbuhannya pun semakin signifikan dari tahun ke tahun.

Tidak sedikit perusahaan, terutama para startup dan industry kreatif yang memilih untuk berkantor di coworking space dibandingkan dengan menyewa gedung atau ruko sendiri.

Salah satu startup yang memilih untuk berkantor di coworking space adalah Finansialku dengan mengambil lokasi di Kolabora Coworking Space, Hayam Wuruk. Mario Lasut, CMO Finansialku mengatakan hal yang ingin dicari saat memilih coworking space adalah lingkungan kerja yang nyaman.

Sebab, di dalam coworking space terdapat berbagai pilihan lokasi untuk bekerja, tidak harus duduk berjam-jam di depan computer tetapi bisa memilih tempat dimana saja.

”Apalagi di Kolabora ini ada tempat private sendiri jika memang ingin fokus, tetapi ada juga ruang untuk diskusi bareng, ruangan dan tempatnya pun nyaman sehingga bisa membuat pemikiran lebih terbuka,” ujarnya.

Selain itu, dengan bekerja di coworking space bisa membuka network dengan berbagai perusahaan lainnya atau para pelaku industri kreatif sehingga kesempatan untuk bisa saling berkolaborasi akan terbuka luas.

“Kalau kita bekerja di coworking space ini internet atau wifi nya kenceng sehingga sangat penting bagi perusahaan teknologi. Kemudian di sini tidak hanya ada ruang kantor tetapi juga ada ruangan yang luas untuk membuat event sehingga tidak harus mencari tempat lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Ernest Theodore Rettobjaan, CEO Kolabora mengatakan saat ini jumlah pengguna di coworking space didominasi oleh perusahaan yaitu sebesar 75% terdiri dari berbagai industry antara lain fintech, travel agent, IT consulting, hingga trading. Adapun 25% lainnya merupakan individu atau personal.

Biaya yang harus dikeluarkan perusahaan ketika berkantor di coworking space jauh lebih kecil dibandingkan dengan menyewa gedung atau ruko sendiri. Misalnya saja untuk menyewa satu privat office di Kolabora harga yang harus dibayarkan sebesar Rp1,7 juta hingga Rp2,2 juta per orang per bulan dengan jumlah ruangan terkecil untuk 5 orang, termasuk mendapatkan kursi, meja, dan drawer.

“Dengan hanya menyewa satu private office saja, perusahaan sudah bisa menggunakan berbagai fasilitas yang ada di sini. Mulai dari wifi, common area, ruang lounge, ruang private, resepsionis, domisili usaha, kantor, kebersihan, hingga ruang meeting secara gratis. Bahkan di sini bisa slaing berkolaborasi dengan perusahaan lainnya,” ujarnya.

Ernest kemudian membandingkan jika harus menyewa ruang kantor atau ruko padahal jumlah pekerjanya hanya 8 orang. Setidaknya untuk sebuah kantor konvensional dibutuhkan ruangan minimal 150 meter persegi dengan komitmen sewa minimal 1 tahun bahkan ada yang sampai 2 tahun, sedangkan di Kolabora minimal hanya 3 bulan.

“Kalau kita pakai ruang kantor sendiri juga kan harus bayar resepsionis. Perusahaan harus menyediakan ruang pertemuan yang kita invest di sana padahal ruang tersebut juga jarang dipakai. Belum lagi harus memikirkan biaya kebersihan, keamanan, jaringan internet dan lainnya. Tentu biayanya akan jauh lebih mahal dibandingkan menggunakan coworking space,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
coworking space, coworking space

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top