Alat Bantu Dengar Dapat Mengurangi Risiko Depresi dan Demensia

Penggunaan alat bantu dengat dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mendengarkan lebih baik. Selain itu, berdasarkan penelitian, alat bantu dengar juga dapat mengurangi risiko demensia, depresi, dan kecemasan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 10 September 2019  |  08:41 WIB
Alat Bantu Dengar Dapat Mengurangi Risiko Depresi dan Demensia
Ilustrasi demesia - usdoj.gov

Bisnis.com, JAKARTA – Penggunaan alat bantu dengat dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mendengarkan lebih baik. Selain itu, berdasarkan penelitian, alat bantu dengar juga dapat mengurangi risiko demensia, depresi, dan kecemasan.

Penelitian dari Universitas Michigan, Amerika Serikat menyatakan bahwa orang tua yang baru didiagnosis mengalami gangguan pendengaran lalu menggunakan alat bantu dengar memiliki risiko lebih rendah terhadap tiga hal tersebut selama 3 tahun pertama.

Penelitian yang dipublikasi dalam Journal of American Geriatrics Society itu juga mengungkap bahwa mereka memiliki tingkat kesempatan cedera karena jatuh yang lebih rendah dibandingkan orang lain yang tidak menggunakan alat bantu dengar.

“Orang tua yang menggunakan alat bantu dengar rata-rata lebih berpendidikan atau bersosialisasi lebih banyak. Ini juga salah satu faktor yang menyebabkan penurunan risiko demensia,” kata David Loughrey, psikologi spesialisasi pendengaran dan kognisi, seperti dikutip Healthline, Selasa (10/9/2019).

Studi ini menggunakan data 115.000 orang di atas 66 tahun dan mengalami gangguan pendengaran. Selanjutnya, tim peneliti melakukan pengecekan kesehatan mereka dalam rentang waktu tertentu.

Hasilnya, tim peneliti menemukan mereka yang menggunakan alat bantu dengar memiliki risiko lebih rendah 18% terkena demensia dan risiko lebih rendah 11% mendapat diagnosis depresi atau kecemasan,

Seperti diketahui bahwa umumnya, orang dengan gangguan pendengaran memiliki tingkat demensia, depresi, dan cederan jatuh yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

“Kita sudah tahu bahwa orang dengan gangguan pendengaran memiliki lebih banyak peristiwa kesehatan yang merugikan, tetapi penelitian ini memungkinkan kita melihat efek dari intervensi dann mencari hubungan antara alat bantu dengar dan kesehatan,” kata Elham Mahmoudi, penulis utama penelitian ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Demensia

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top