Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Kebiasaan Ini Sebabkan Kelelahan Emosional

Kebiasaan mental yang tidak sehat, dapat membuat kita merasa kewalahan dan kelelahan secara emosional. Kebiasaan apa saja yang sering kali tidak kita sadari menimbulkan kelelahan emosional?
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 16 September 2019  |  16:43 WIB
Ilustrasi stres - Reuters/Paul Hackett
Ilustrasi stres - Reuters/Paul Hackett

Bisnis.com, JAKARTA—Sama seperti makanan tertentu yang memiliki efek dalam tubuh kita, ada kebiasaan-kebiasaan tertentu yang juga dapat membuat kondisi emosional memburuk. Kondisi emosional biasanya dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan, dan juga kebiasaan-kebiasaan tertentu yang mempengaruhi kedua hal itu.

Kebiasaan mental yang tidak sehat, dapat membuat kita merasa kewalahan dan kelelahan secara emosional. Kebiasaan apa saja yang sering kali tidak kita sadari menimbulkan kelelahan emosional?

  1. Memiliki ekspektasi yang tidak realistis

Memiliki harapan atau ekspektasi tentu sah-sah saja, tetapi harapan itu harus sesuai dengan kenyataan. Katakanlah tentang perasaan kita, apa yang harus kita raih, bagaimana harusnya orang lain memperlakukan kita, semuanya harus disesuaikan dengan kenyataan.

Hal ini penting karena sering kali yang menjadi sumber stres dan frustasi adalah ketika harapan kita tidak terpenuhi. Ekpektasi yang terlalu tinggi dan tidak realistis bisa jadi menjadi bumerang yang membuat kita gagal.

  1. Membandingkan diri secara tidak adil

Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain tampaknya sudah menjadi budaya di masyarakat. Namun, perlu diketahui bahwa membandingkan diri secara tidak adil hanya akan memberi dampak negatif pada kesehatan mental Anda.

Banyak penelitian mengungkapkan bahwa kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain akan meningkatkan kecemasan dan depresi, mengurangi motivasi, dan mengurangi harga diri.

  1. Komitmen yang berlebihan

Komitmen berlebihan dapat menyebabkan kecemasan dan kelelahan mental. Komitmen yang berlebihan semacam ini biasanya membuat Anda ingin mengambil lebih banyak tanggung jawab daripada yang bisa Anda lakukan.

Banyak orang yang terjebak dalam hal ini karena menganggap bahwa kesibukan menandakan produktivitas dan kesuksesan. Kita sering merasa lebih sukses, lebih kompeten, lebih penting, dan lebih disukai ketika kita mengambil banyak tanggung jawab yang lebih dari kemampuan kita.

Sayangnya, untuk mengatur semua kesibukan itu kita kehilangan waktu untuk beristirahat, menikmati waktu bersama orang terkasih, dan hal-hal berharga lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stress pengelolaan emosi

Sumber : Psychologytoday.com

Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top