6 Langkah agar Hubungan Lebih Sehat

Sekalipun Anda menginginkan hubungan yang erat, dekat, dan melekat dengan orang lain, ruang atau batasan dalam hubungan tetap penting.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 24 September 2019  |  10:47 WIB
6 Langkah agar Hubungan Lebih Sehat
Ilustrasi - Curitibainenglish

Bisnis.com, JAKARTA— Sekalipun Anda menginginkan hubungan yang erat, dekat, dan melekat dengan orang lain, ruang atau batasan dalam hubungan tetap penting.

Batasan yang Anda bangun dengan pasangan, keluarga, teman, rekan kerja, atasan, dan lainnya tidak akan mengganggu hubungan, justru membuatnya makin sehat. Tanpa batasan yang jelas, Anda bisa terjebak pada kebingungan, amarah, kekecewaan, khawatir, dan bingung. Contoh kasus, ibu Anda selalu menelepon dan mengajak Anda mengobrol saat jam kerja, dan Anda bingung bagaimana harus menghadapinya.

 Kasus lainnya, pasangan Anda sering pulang terlambat di malam hari karena bertemu dengan teman-temannya tetapi tidak memikirkan Anda yang sedang menunggunya dengan cemas, hanya saja Anda tidak berani untuk menegurnya.

 Di tempat kerja, misalnya, rekan kerja selalu mendesak Anda untuk membantunya padahal Anda sendiri sedang kewalahan.

Anda akhirnya terpaksa membantunya untuk menghindari konflik, padahal Anda sendiri menjadi dirugikan. Dalam pergaulan misalnya, ada teman yang selalu mengganggu Anda dengan cerita pribadi yang bertubi-tubi, dan hal itu membuat Anda tidak bisa tenang.

Berikut adalah 6 tips sederhana menetapkan batasan demi hubungan yang lebih sehat:  

 1. Perjelas apa yang Anda inginkan untuk diri Anda sendiri

Pikirkan apa yang sebenarnya Anda inginkan. Apakah Anda ingin ibu Anda berhenti menelepon Anda di tempat kerja? Apakah Anda ingin pasangan lebih memahami Anda? Apakah Anda ingin teman Anda tidak mengharap lebih kepada Anda? Pikirkan dengan jelas apa yang sebenarnya Anda inginkan dari sebuah relasi.     

2. Bersikap realistis

Katakanlah ibu Anda selalu menelepon saat Anda bekerja, teman selalu bergantung pada Anda untuk meminta nasihat, atau rekan kerja selalu memaksa Anda. Anda merasa perlu membuat batasan akan hal ini. Akan tetapi, jangan berharap batasan itu akan mengubah perilaku mereka. Namun, secara realistis Anda dapat mengharapkan bahwa mereka mengerti situasi Anda.   

3. Komunikasikan

Setelah Anda menemukan batas yang jelas dan realistis, komunikasikan dengan jelas kepada orang lain. Ingatkan keinginan Anda tersebut dengan lembut, ramah, penuh hormat, dan tegas. Lain kali ketika ibu Anda menelepon di jam kerja, dari pada mengomelinya katakan padanya bahwa Anda tidak dapat berbicara dengannya selagi di tempat kerja. Komunikasikan hal-hal yang tadinya membuat Anda tidak nyaman dengan cara yang bijaksana.

4. Konsisten

Setelah Anda menetapkan batasan itu, tetaplah konsisten. Jangan langgar batasan yang sudah Anda tetapkan dan komunikasikan pada orang lain.

5. Menghormati

Batasan adalah tentang rasa hormat untuk diri sendiri dan orang lain. Ketika pasangan Anda selalu pulang terlambat atau pergi dengan teman-temannya tanpa mengetahui bahwa Anda mengharapkannya pulang, sudah waktunya untuk membicarakannya secara serius tanpa amarah, kekecewaaan, dan kritik. Batasan tidak akan berfungsi jika digunakan untuk menghukum orang lain. 

6. Bertanggung jawab

Cara terbaik untuk menetapkan batas-batas dan mempertahankannya adalah dengan bertanggung jawab atas nilai dan keyakinan Anda. Batasan yang Anda tetapkan bukan untuk menjauhi orang lain atau mencoba mengendalikan mereka. Namun, batasan itu mengklarifikasi apa yang Anda hargai..

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tips, relationship

Sumber : Psychologytoday.com

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top