Paparan Pestisida Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Paparan pestisida tingkat tinggi di tempat kerja dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung dan stroke. Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian jangka panjang di Hawaii, Amerika Serikat yang dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association 2019.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  14:44 WIB
Paparan Pestisida Tingkatkan Risiko Sakit Jantung
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -Paparan pestisida tingkat tinggi di tempat kerja dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung dan stroke. Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian jangka panjang di Hawaii, Amerika Serikat yang dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association 2019.

Para pekerja, misalnya pekerja pertanian yang sering terpapar pestisida perlu mengenakan alat pelindung diri saat bekerja. Bahkan setelah para pekerja pertanian ini pensiun, mereka harus terus memantau kesehatan untuk memeriksa kondisi komplikasi kardiovaskular.

"Pestisida dapat menetap di dalam tubuh untuk waktu yang lama, sehingga efek sampingnya dapat muncul 10-20 tahun kemudian," kata peneliti  Zara Berg dari Fort Peck Community College di Peck, Montana, AS.

Banyak pekerja berpikir bahwa paparan selama bertahun-tahun sejak mereka masih muda tidak mempengaruhi kesehatan, padahal kenyataannya tidak begitu.

Untuk analisisnya, tim Berg menggunakan data dari Kuakini Honolulu Heart Program didirikan pada tahun 1965 untuk mempelajari penyakit jantung pada pria Jepang-Amerika setengah baya yang tinggal di Pulau Oahu.

Peserta lahir antara tahun 1900—1919 di Jepang atau Hawaii dan berusia antara 45 dan 68 tahun pada awal penelitian. Data diperbarui hingga 1999, yang memungkinkan tindak lanjut hingga 34 tahun dengan peserta yang masih hidup. Berg dan rekannya fokus pada 7.557 pria yang telah memberikan informasi tentang riwayat pekerjaan mereka dan tidak memiliki penyakit jantung pada awal periode penelitian.

Kadar Pestisida

Untuk mengukur paparan pestisida, tim peneliti menggunakan skala paparan Occupational Safety Health Administration yang memperkirakan jumlah pestisida khas yang ditemui selama delapan jam hari kerja dan 40 jam kerja setiap minggu.

Pengukuran ini dilakukan berdasarkan pada pekerjaan peserta, usia dan tahun yang bekerja di industri itu, khususnya untuk pekerja industri, pabrik, dan pertanian.

Tim Berg kemudian melihat catatan medis untuk menilai siapa yang menderita penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner atau insiden serebrovaskular seperti stroke.

Secara keseluruhan, hanya 451 pria yang terpapar pestisida tinggi dan 410 pria memiliki paparan sedang-rendah, sedangkan sisanya tidak. Setelah menyesuaikan dengan faktor-faktor risiko kardiovaskular lainnya seperti usia, berat badan, aktivitas fisik, alkohol, dan merokok, para peneliti menemukan bahwa pria dengan paparan pestisida tinggi ternyata 42% lebih berisiko mengalami penyakit kardiovaskular selama 10 tahun pertama masa tindak lanjut penelitian. .

"Paparan tinggi selama usia paruh baya menyebabkan penyakit kardiovaskular lebih cepat, pestisida juga dapat mempengaruhi kolesterol dalam tubuh,” kata Berg.

Dalam penelitian juga ditemukan bahwa penyakit jantung tidak terkait dengan paparan pestisida tingkat rendah atau sedang, dan kaitannya dengan paparan tinggi tidak terlihat dalam jangka panjang hingga 34 tahun.

"Karena itu pakailah peralatan pelindung dan pakaian yang layak ketika bekerja di industri yang dekat dengan paparan pestisida,” ujar Berg.

Studi penelitian masih berusaha mengungkap bagaimana pestisida berkontribusi terhadap penyakit jantung dan kematian, baik melalui peradangan atau stres oksidatif.

Yang terpenting adalah, pekerja yang berkaitan dengan paparan pestisida harus lebih berhati-hati dan gunakan pakaian pelindung saat menggunakan pestisida.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pestisida, sakit jantung

Sumber : Reuters

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top