Hati-hati! Pendapatan Menurun Dapat Pengaruhi Fungsi Otak

Penurunan pendapatan ternyata tak hanya mempengaruhi performa finansial karena hal ini ternyata juga berhubungan erat kesehatan otak Anda.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  06:49 WIB
Hati-hati! Pendapatan Menurun Dapat Pengaruhi Fungsi Otak
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)

Bisnis.com, JAKARTA - Penurunan pendapatan ternyata tak hanya memmngaruhi performa finansial karena hal ini ternyata juga berhubungan erat kesehatan otak Anda. 

Penghasilan yang berkurang menurut studi terbaru menimbulkan efek 25 persen timbulnya masalah berpikir dan memburuknya kesehatan otak pada anak muda di usia lanjut.  

 "Studi kami diikuti oleh peserta di Amerika Serikat yang mengalami resesi pada akhir tahun 2000-an ketika banyak orang mengalami ketidakstabilan ekonomi," kata penulis utama studi tersebut, Leslie Grasset dari Inserm Research Center di Prancis, dikutip dari Times of India.  

"Hasil kami memberikan bukti bahwa volatilitas pendapatan yang lebih condong pada penurunan pendapatan selama tahun-tahun tersebut, terkait dengan penuaan otak yang tidak sehat di usia paruh baya," lanjut Grasset. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology ini melibatkan 3.287 orang yang berusia 23 hingga 35 tahun pada awal penelitian dan terdaftar dalam studi Conorary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA), yang mencakup populasi dengan beragam ras. 

Peserta untuk studi ini melaporkan pendapatan rumah tangganya sebelum pajak penghasilan tahunan setiap tiga hingga lima tahun sekali, peneliti memeriksa seberapa sering pendapatan peserta tersebut turun, serta persentase perubahan pendapatan antara tahun 1990 hingga 2010 untuk setiap peserta.

Peserta lalu diberikan tes berpikir dan memori yang mengukur seberapa baik mereka menyelesaikan tugas dan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. 

Studi ini menemukan orang dengan dua atau lebih penurunan pendapatan memiliki kinerja yang lebih buruk dalam menyelesaikan tugas daripada orang tanpa penurunan pendapatan. Peserta dengan penurunan penghasilan juga membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan beberapa tugas. 

Dari kelompok studi, 707 peserta juga melakukan pemindaian otak dengan magnetic resonance imaging (MRI) pada awal penelitian dan 20 tahun kemudian, untuk mengukur total volume otak mereka serta volume berbagai area di otak.  

Dari tes ini, peneliti menemukan ketika dibandingkan dengan orang-orang tanpa penurunan pendapatan, orang-orang dengan dua atau lebih penurunan pendapatan memiliki total volume otak yang lebih kecil. Orang dengan satu kali atau lebih pengurangan pendapatan juga mengalami keterlambatan menyerap informasi pada otak, yang berarti mereka sedikit lamban berpikir. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otak

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top