Catat, Ajang Pemilihan Putra-Putri Tenun dan Songket Digelar Desember Tahun Ini

Ajang tersebut diharapkan menjadi tonggak di mana potensi tenun dan songket Indonesia bisa semakin dikenal dan menjadi kekuatan baik secara ekonomi, sosial, budaya, serta menumbuhkan sikap cinta Tanah Air.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 08 November 2019  |  18:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara dan Komunitas Tenun Tradisional Indonesia akan menggelar acara Pemilihan Putra-Putri Tenun dan Songket yang akan digelar pada 19—22 Desember 2019.

Ketua Umum Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara Ana Mariana mengatakan bahwa ajang Pemilihan Putra-Putri Tenun dan Songket itu merupakan kegiatan skala nasional yang puncaknya berlangsung di Hotel Sultan Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan respons atas Hari Tenun dan Songket yang dicanangkan oleh pemerintah,” ujarnya melalui keterangan resminya, Jumat (8/11/2019).

Ana mengungkapkan bahwa ajang tersebut diharapkan menjadi tonggak di mana potensi tenun dan songket Indonesia bisa semakin dikenal dan menjadi kekuatan baik secara ekonomi, sosial, budaya, serta menumbuhkan sikap cinta Tanah Air.

Menurutnya, saat ini kurang lebih terdapat 1 juta perajin tenun dan songket di seluruh Indonesia. “Harapan kami dengan acara ini, keberadaan mereka semakin terbantu,” katanya.

Dia menuturkan tenun dan songket merupakan budaya asli Indonesia. Dengan mengangkat tema tenun dan songket, dia meyakini merupakan salah satu cara mengangkat citra Indonesia.

“Semoga ajang ini dapat meningkatkan ekonomi para penenun dan juga memberikan edukasi kepada generasi muda bahwa kita punya kok kain yang adi luhung dan indah baik dari motif, pembuatan dan sejarah panjang yang menyertainya. Sehingga semakin banyak yang melirik tenun sebagai pilihan berbusana,” kata Ana yang telah puluhan tahun membina dan mengembangkan tenun dan songket ini.

Ana mengajak semua stakeholder, baik swasta dan pemerintah baik pusat maupun daerah terlibat menyukseskan acara tersebut.

“Mari kita sama-sama mengangkat tenun dan songket semakin tinggi dan menjadikannya semakin dicintai terutama generasi muda.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni budaya, tenun, songket

Editor : Stefanus Arief Setiaji
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top