Selain Dokter Umum, Ini Tiga Dokter Spesialis Paling Dicari di Aplikasi Halodoc

Startup layanan kesehatan Halodoc mengklaim aplikasinya sebagai solusi kesehatan lengkap dan andal untuk memudahkan pengguna mendapatkan akses kesehatan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 14 November 2019  |  17:33 WIB
Selain Dokter Umum, Ini Tiga Dokter Spesialis Paling Dicari di Aplikasi Halodoc
dr. Iman Teguh Badruzzaman, Bunga Citra Lestari dan Felicia Kawilarang di Hotel Atlet Century, Kamis (14/11/2019) - Bisnis.com - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Startup layanan kesehatan Halodoc mengklaim aplikasinya sebagai solusi kesehatan lengkap dan andal untuk memudahkan pengguna mendapatkan akses kesehatan.

Dengan empat fitur utama yakni bicara dengan dokter (chat with a doctor), beli obat (buy medicines), kunjungan ke rumah sakit (visit a hospital) dan hasil tes laboratorium (get a lab test), startup ini mengklaim saat ini sudah memiliki 2,5 juta user pen-download aplikasinya. 

"Update 2019, kami bersyukur bisa berkembang berkali-kali lipat. Saat ini kita memiliki 2,5 juta user pen-download dengan active users 50 persen di luar Pulau Jawa, dan 80 persen di luar Jakarta," ungkap Vice President of Marketing Halodoc, Felicia Kawilarang di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Felicia menerangkan pengguna Halodoc berada di rentang usia 20 hingga 40 tahun, dan umumnya lebih banyak menggunakan jasa dokter umum (general practitioner) karena memiliki kelebihan dapat dihubungi dalam kurun waktu 24 jam. 

"Top specialist itu dokter spesialis kulit, anak sama obgyn (spesialis kandungan). Itu top tiga specialist di Halodoc. GP atau dokter umum [paling banyak dicari] karena ada 24 jam, dan paling banyak ditanya kalau misalnya spesialisnya enggak ada," sambung Felicia. 

Perwakilan dokter mitra Halodoc, Iman Teguh Badruzzaman menyebut keluhan yang paling banyak ia dapati melalui aplikasi ini adalah penyakit umum seperti flu, batuk dan pilek. 

"Penyakit seperti flu itu yang paling banyak. Misalnya lagi batuk, pilek, demam. Karena itu penyakit yang paling banyak di Indonesia," ujar Iman. 

"Banyak juga yang nanya gimana mengatasi polusi," timpal Felicia. 

Bunga Citra Lestari sebagai Brand Ambassador Halodoc menuturkan dirinya juga mengapresiasi tersedianya akses untuk psikolog dalam aplikasi yang sudah menerima penghargaan Choice Startup dari Forbes Indonesia tersebut. 

"Aku juga lihat di aplikasinya ada juga psikolog, ya. Jadi bukan cuma penyakit fisik aja. Karena aku rasa memang kesehatan mental lagi banyak diomongin dalam diskusi publik," ujar BCL. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, aplikasi

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top