Tidur Terlalu Lama Berisiko Stroke

Tidur terlalu lama ternyata dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama risiko penyakit stroke.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  10:30 WIB
Tidur Terlalu Lama Berisiko Stroke
Ilustrasi - Sleeping pods di kawasan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tidur terlalu lama ternyata dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama risiko penyakit stroke

Dikutip dari studi teranyar dari peneliti asal China yang dipublikasikan oleh The New York Times, di antara 31.750 pria dan wanita dengan usia rata-rata 62 tahun dilakukan penelitian tentang pola tidurnya selama enam tahun belakangan. 

Peneliti menemukan dibanding tidur selama enam hingga tujuh jam, tidur selama sembilan jam atau lebih dapat meningkatkan risiko penyakit stroke hingga 23 persen.  Sedangkan, tidur kurang dari enam jam tidak memiliki korelasi dengan risiko penyakit stroke, dikutip dari penelitian ini. 

Studi berbeda yang dipublikasikan oleh neurology.org juga menyebutkan tidur siang selama 90 menit menyumbang 25 persen risiko stroke dibanding mereka yang hanya tidur selama 30 menit. 

Mereka yang tidur lebih dari sembilan jam pada malam hari dan 90 menit pada siang hari meningkat risiko penyakit strokenya hingga 85 persen. 

Hubungan antara tidur dan penyakit stroke sampai saat ini belum benar-benar jelas, namun durasi tidur yang lama dapat meningkatkan inflamasi, lingkar pinggang dan masuknya molekul udara yang buruk untuk pernapasan. Faktor tersebut lah yang disebut-sebut meningkatkan risiko kardiovaskular. 

"Durasi tidur yang cukup panjang adalah faktor risiko independen untuk stroke. Mengatur waktu tidur yang baik adalah cara untuk menghindari penyakit stroke," tutup peneliti Xiaomin Zhang, profesor di Tongji Medical College, Wuhan, China. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
stroke, tidur

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top