Museum di New York Pamerkan Lukisan Milik Korban Holocaust

Kurator di Museum Warisan Budaya Yahudi New York, Michael Morris, memaerkan lukisan dari para saksi mata tentang Holocaust yang digambar dengan pensil, tinta, dan krayon.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  04:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kurator di Museum Warisan Budaya Yahudi New York, Michael Morris, memaerkan lukisan dari para saksi mata tentang Holocaust yang digambar dengan pensil, tinta, dan krayon.

Pameran bertajuk “Rendering Witness: Holocaust-Era Art as Testimony" ini dibuka pada Kamis (16/1/2020) waktu setempat hingga 5 Juli. Morris mengatakan bahwa lukisan ini merupakan ciptaan beberapa orang dari total enam juta warga Yahudi yang terbunuh oleh rezim Nazi.

"Pameran ini menentang dan mendidik tentang bahaya anti-Semitisme, rasisme, kefanatikan dalam bentuk apa pun," ujar Morris dikutip dari Reuters.

Dari sejumlah lukisan yang dipamerkan, di antaranya adalah lukisan milik Helga Weissova. Weissova masih berusia 12 tahun saat dirinya dikirim ke Terezin Ghetto dan kamp konsentrasi, sekitar 48 kilometer utara Praha, Republik Ceko, pada Oktober 1944. Saat dikirim ke kamp, Weissova membawa perlengkapan seni miliknya.

Sebelum Weissova dideportasi dari Terezin ke Auschwitz, kamp kerja paksa yang terkenal di Polandia selatan, dia memberikan gambar-gambar itu kepada pamannya, sesama tahanan yang menyembunyikan lukisan di balik tembok.

Pameran itu pun menampilkan lukisan Weissova yang dibuat pada 1943 dengan judul Transport Leaving Terezin. Lukisan itu memperlihatkan penjaga kamp bersenjata lengkap sedang membawa sekelompok tahanan yang membawa koper. Weissova yang kini berusia 90 tahun tinggal di Praha.

Ada juga lukisan dari Peter Loewenstein dari Cekoslowakia. Dia dideportasi pada 1942 ke Terezin. Selama di kamp konsentrasi, Loewenstein melukis 70 gambar yang akhirnya diberikan kepada ibunya sebelum dia dikirimkan ke kamp Auschwitz pada 1944.

Selain itu, tak kalah kuatnya adalah lukisan cat air milik Marvin Halye, anggota Divisi Infanteri ke-104 Angkatan Darat AS, yang membebaskan kamp konsentrasi Nordhausen di Jerman pada 1945.

Setelah melihat beberapa tahanan yang masih hidup sedang merawat ribuan mayat, dia bergegas mengambil perlengkapan seni dan melukis Liberation of Nordhausen, Civilians Covering Corpses.

Berdasarkal laporan, pameran ini berlangsung di tengah meningkatnya lonjakan kebencian terhadap anti-Semit di Amerika Serikat, khususnya di New York City, rumah bagi komunitas terbesar Yahudi di luar Israel.

Kebencian itu pun menimbulkan sejumah peristiwa. Pada bulan lalu, seorang pria menyerang lima orang Yahudi, yang sedang merayakan Hanukkah, dengan parang. Beberapa minggu sebelumnya, penembakan di supermarket di pinggiran kota Jersey City, New Jersey, turut menewaskan dua orang Yahudi Hasid.

Kejahatan dan kebencian terhadap warga Yahudi itu berjalan seiring minimnya pengetahuan orang dewasa di Amerika Serikat tentang Holocaust. Berdasarkan survei, dua per tiga dari orang-orang berusia 20 hingga 30 tahun di AS tidak tahu apa itu Auschwitz.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lukisan

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top