Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keliru! Jamu Bisa Sembuhkan Kanker

Selama ini banyak yang mengira bahwa jamu dapat menjadi alternatif untuk pengobatan kanker atau bisa digunakan untuk mengobati kanker.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  18:24 WIB
Jamu kunyit asam - Istimewa
Jamu kunyit asam - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Ina Rosalina mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru tentang jamu terkait pengobatan kanker.

Menurutnya, selama ini banyak yang mengira bahwa jamu dapat menjadi alternatif untuk pengobatan kanker atau bisa digunakan untuk mengobati kanker. Padahal, anggapan tersebut tidak benar.

"Masyarakat kurang paham kapan minum jamu, kapan mengobati kanker. Jadi bukan kalau sakit kanker lalu pergi ke ahli ramuan/herbal(jamu), ketika kanker stadium satu karena dikasih herbal stamina jadi bagus, tapi penyakitnya berjalan terus karena pengobatan memang harus kemoterapi," katanya dalam temu media Hari Kanker Sedunia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Ina menuturkan bahwa pada dasarnya jamu dapat dimanfaatkan untuk pengendalian faktor risiko kanker, seperti meningkatkan daya tahan tubuh (pegagan, temulawak, jahe merah) dan membantu menurunkan berat badan (jati belanda, daun kemuning). Adapun kanker memang dapat dipicu dari obesitas, stress berat, gaya hidup tidak sehat, dan lain-lain.

Selain itu, jamu juga dapat dimanfaatkan dalam paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi mual pasca-kemoterapi, dan mengatasi susah tidur, dan mengatasi efek samping kemoterapi (rambut rontok, perasaan tidak nyaman,dan kurangnya nafsu makan).

"Setiap hari minum jamu daya tahan tubuh jadi kuat, virus tidak masuk, sehingga kita terhindar dari sakit. Jamu membantu orang staminanya bagus kalau dia kanker. Misalnya, kanker harus kemoterapi. Bagaimana supaya tidak mual minum jahe. Tapi bukan untuk obati kankernya," kata Ina.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker jamu
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top