Evakuasi WNI di China, Setiba di Indonesia Dikarantina 14 Hari

Kementerian Kesehatan menyampaikan WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China, dalam waktu dekat ini, akan dikarantina selama 14 hari sesampainya di Tanah Air.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  19:29 WIB
Evakuasi WNI di China, Setiba di Indonesia Dikarantina 14 Hari
Terowongan Sungai Yangtze Wuhan diblokir setelah tersebarnya virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Foto diambil (25/1 - 2020). China Daily via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menyampaikan WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China, dalam waktu dekat ini, akan dikarantina selama 14 hari sesampainya di Tanah Air.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu mengatakan karantina diperlukan untuk memastikan WNI yang dipulangkan tidak terjangkit novel coronavirus atau virus corona  agar tidak menularkan virus tersebut.

"Semua WNI yang turun dari Wuhan akan dikarantina. Menkes mengatakan karantina 14 hari, satu kali masa inkubasi virus," kata Wiendra di Kantor Kementerian Kesehatan, Jumat (31/1/2020).

Begitu tiba di Indonesia, WNI yang dievakuasi akan dikelompokkan menjadi dua kelompok, yakni people under observation (orang dalam pemantauan) dan suspect (pasien dalam pengawasan).

WNI yang tidak menunjukkan gejala penyakit virus corona dikategorikan sebagai people under observation dan akan dikarantina selama 14 hari. Tempat karantina hingga saat ini masih dalam pembahasan.

Sedangkan WNI yang menunjukkan gejala novel coronavirus, seperti batuk, demam, sesak nafas, dan lainnya, akan dirujuk ke tiga rumah sakit rujukan untuk diisolasi. Ketiga rumah sakit tersebut adalah RS Persahabatan, RSPI Sulianti Saroso, dan RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

"Saat landing, ada petugas yang akan periksa apakah ada demam, batuk. Kalau ada yang demam langsung dirujuk. Yang enggak demam langsung dikarantina," kata Wiendra.

Sementara itu, Direktur Utama RS Persahabatan Rita Rogayah mengatakan pihaknya telah siap untuk menerima pasien dengan keluhan gejala novel coronavirus alias virus corona ini.

"Kami sudah siap seandainya ada yang dirujuk. Tidak usah khawatir karena ini bukan kasus pertama. Kami sudah alami kasus-kasus seperti ini pada 2003 SARS, flu burung 2005. Kami RS rujukan sudah biasa tangani kasus seperti ini," kata Rita.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril juga mengaku telah siap menangani pasien virus corona strain baru tersebut.

"Sudah siapkan 11 ruang isolasi tetap kalau ada yang dirujuk. Kami juga buat posko 24 jam karena banyak dari perusahaan ingin di screening," katanya.

Adapun Kementerian Luar Negeri menyatakan penyiapan evakuasi WNI dari Wuhan sudah memasuki tahap akhir. Pada Jumat (30/1) Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa WNI akan dijemput dalam waktu kurang dari 24 jam.

Jumlah WNI yang tinggal di  Provinsi Hubei sebanyak 243 orang. WNI yang mayoritas merupakan mahasiswa tersebut tersebar di Wuhan, Xianing, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, Enshi, dan Shiyan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top