Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini yang Membuat Ratusan Pasien Virus Corona Bisa Sembuh

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI Wiendra Waworuntu mengatakan pasien novel coronavirus atau virus corona bisa sembuh kemungkinan karena pasien memiliki daya tahan tubuh yang tinggi.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  07:04 WIB
 Seorang penjaga keamanan mengenakan alat pelindung memeriksa suhu pengunjung di pintu masuk Kecelakaan & Darurat di Rumah Sakit Princess Margaret di Hong Kong, China, pada hari Selasa, 4 Februari 2020. Hong Kong melaporkan kematian akibat virus corona.Kasus ini merupakan kematian kedua di luar China daratan, di mana hampir 20.500 kasus telah dilaporkan. - Bloomberg
Seorang penjaga keamanan mengenakan alat pelindung memeriksa suhu pengunjung di pintu masuk Kecelakaan & Darurat di Rumah Sakit Princess Margaret di Hong Kong, China, pada hari Selasa, 4 Februari 2020. Hong Kong melaporkan kematian akibat virus corona.Kasus ini merupakan kematian kedua di luar China daratan, di mana hampir 20.500 kasus telah dilaporkan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - China mengklaim hingga saat ini total sebanyak 632 pasien terinfeksi novel coronavirus atau virus corona berhasil sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI Wiendra Waworuntu mengatakan pasien novel coronavirus atau virus corona bisa sembuh kemungkinan karena pasien memiliki daya tahan tubuh yang tinggi.

Dia menjelaskan bahwa infeksi virus corona pada dasarnya bersifat self limiting disease.  Artinya, bisa sembuh dengan sendirinya karena tubuh akan membentuk kekebalan tubuh untuk melawan virus yang menyerang tubuh.

"Dia bisa sembuh sendiri dengan ketahanan tubuhnya.  Obat kan belum ada, vaksin juga belum.  Jadi memang harus punya ketahanan tubuh karena yang diserang imun," kata Wiendra, Selasa (4/2/2020).

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa pada penanganan self limiting disease yang dikelola memang adalah gejala-gejalanya, misal demam  diberikan obat demam, sesak napas diberikan antibiotik, dan sebagainya. 

Sedangkan, untuk kasus kematian akibat novel coronavirus, Wiendra menduga pasien telah memiliki riwayat penyakit lainnya, seperti jantung, diabetes, dan lainnya.

"Karena ada corona virus, dia meninggal karena ada penyerta penyakit lainnya," katanya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman resminya menyatakan, antibiotik tidak akan mampu melawan virus, termasuk virus corona. Zat ini hanya diperuntukan untuk mengobati infeksi bakteri.

Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (2019-nCoV). Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk mengobati gejala.

Lalu, mereka yang sakit parah akibat infeksi virus harus mendapatkan perawatan suportif yang dioptimalkan.

Menurut WHO, orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi jenis baru virus corona. Orang yang berusia lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti asma, diabetes, penyakit jantung tampaknya lebih rentan mengalami sakit parah akibat virus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top