Operasi Katarak, JEC Luncurkan Teknologi Semi-Robotic Surgery

Dunia kedokteran siap mengimplementasikan teknologi semi-robotic untuk mendukung operasi katarak dan retina, mudah dan aman.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  17:05 WIB
Operasi Katarak, JEC Luncurkan Teknologi Semi-Robotic Surgery
Setiyo Budi Riyanto, Direktur Utama RS JECMenteng, sekaligus Kepala Bedah Refraktif JEC menjelaskan teknologi semi-robotic surgery untuk operasi katarak dan retina di Pullman Central Park, Jumat (7/2 - 2020). Gloria Fransisca Katharina Lawi

Bisnis.com, JAKARTA – Rumah sakit spesialis mata, JEC, memperkenalkan teknologi semi-robotic surgery pada operasi katarak dan retina yang dilengkapi dengan microscope serta meluncurkan Opthalmic Trauma Service.

Setiyo Budi Riyanto, Direktur Utama RS JEC@Menteng, sekaligus Kepala Bedah Refraktif JEC mengungkapkan bahwa teknologi semi-robotic pada operasi katarak dan retina adalah upaya meningkatkan pelayanan kesehatan. Melalui teknologi ini, para dokter bisa memangkas waktu operasi katarak atau retina.

Sebelumnya JEC juga menghadirkan layanan Fermtosecond Laser-Assited Cataract Surgery (FLACS) yakni seluruh proses operasi katarak menggunakan laser. Dengan teknologi FLACS maka proses pembedahan juga tak lagi menggunakan pisau bedah.

“Kini JEC membuat terobosan lagi dengan menjadi pionir di Indonesia dalam mengimplementasikan teknologi semi-robotic untuk mendukung operasi katarak dan retina,” jelas Setiyo di Pullman Central Park, Jumat (7/2/2020).

Selama ini, para dokter mengandalkan mikroskop dalam melihat tampilan mata secara menyeluruh. Kini dengan teknologi semi-robotic surgery, ada digital microscope dengan high-quality optics sehingga tim medis bisa melihat detail intraocular dengan sangat baik.

Selain itu, teknologi ini juga hanya membutuhkan intensitas cahaya yang kecil sehingga pasien tidak akan silau dan lebih nyaman dalam proses pembedahan. Setiyo meyakini, kenyamanan pasien ikut memberi andil membantu para medis demi kelancaran proses operasi.

Elvioza, Ketua Retina Service dan Dokter Subspesialis Vitreoretina JEC menyatakan keberadaan digital microscope dengan resolusi yang lebih tinggi memungkinkan para medis mendapatkan tampilan yang jelas dan nyata dari mata pasien. Dia memerinci, dengan tampilan tiga dimensi maka para dokter bisa menjangkau dengan mudah bagian yang sulit terlihat.

“Ada detail setiap bagian, hingga ke jaringan terkecil. Bagi para dokter microscope ini membuat nyaman, efektif, dan efisien.” tutur Elvioza.

Selain meluncurkan teknologi semi-robotic, JEC juga membuka Opthalmic Trauma Service yang berfungsi memastikan pasien dengan trauma mata bisa mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Menurut Elvioza, kehadiran Opthalmic Trauma Service juga penting untuk meminimalkan trauma pasca operasi pada pasien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mata

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top