Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Drum Bikin Sandy Pas Band Lebih 'Laki'

Sandy Pas Band rajin mengelap set drum dan beragam koleksinya setiap pekan, bahkan usai menggunakannya.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  02:48 WIB
Sandy Pas Band merasa lebih jantan bila bermain drum. - Youtube
Sandy Pas Band merasa lebih jantan bila bermain drum. - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Drum menjadi pilihan Agus Teguh Prakosa Andarusman atau yang akrab dipanggil Sandy Pas Band dalam menyalurkan hobi bermusiknya.

Bermula ketika dia berumur 15 tahun, Sandy juga rutin bermain keyboard. Namun, tiba-tiba melihat drum sebagai alat musik yang gagah. Merasa tertarik, pria yang kerap mengecat rambut kuncir kudanya dengan warna cerah itu lantas berguru ke Indra Lesmana Workshop (Farabi) pada 1988-1990 dan Gilang Ramadhan pada 1991.

"Buat saya main drum itu jauh lebih laki," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (11/3/2020).

Berlatih dengan serius, Sandy akhirnya benar-benar jatuh hati pada alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul ini. Tak ayal, kini namanya masuk ke dalam jajaran drummer terbaik Indonesi.

Sebagai seorang drummer, memiliki drum seakan menjadi kewajiban. Sandy mengaku sempat punya 12 set drum di kediamannya. Akan tetapi pasca menikah, dia harus merelakan setengah set dari drum yang dimilikinya untuk dijual lantaran sang istri "mengamuk" rumahnya penuh dengan alat musik berbunyi riuh itu.

Namun untungnya, sang istri tetap memperbolehkan Sandy mengoleksi stik, snare, dan simbal drum, khususnya yang memiliki sejarah dan terlihat unik. Ada ratusan stik, puluhan snare dan simbal yang dikoleksinya.

"Saya masih punya snare yang paling bersejarah merek Pearl dari Jepang tahun 1987. Itu pertama kali saya pakai rekaman (album) Bayangan buat band U'camp," kata Sandy.

Tak mau rusak, koleksinya itu dibersihkannya sendiri secara rutin. Dia rajin mengelap set drum dan beragam koleksinya setiap pekan, bahkan usai menggunakannya.

Setetes keringat pun katanya tidak boleh sampai jatuh, terutama pada Simbal karena akan membuatnya rusak. Sandy juga mengatur temperatur ruangan agar peralatan kesayangannya itu tidak mudah rusak.

"Saya walaupun capek, selalu bersihin sendiri. Saya nggak percaya sama orang lain karena itu senjata pribadi saya," katanya sembari tertawa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hobi musik
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top