Profesor UGM Suspek Corona Alami ARDS, Kenali Gejala dan Bahayanya

Guru besar itu dirawat di ICU dengan alat bantu pernapasan ventilator, dan mengalami acute respiratory distress syndrome (ARDS).
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  13:05 WIB
Profesor UGM Suspek Corona Alami ARDS, Kenali Gejala dan Bahayanya
Ilustrasi paru - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang profesor di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga terinfeksi virus corona Covid-19 dan kini dirawat intensif di RS Sardjito Yogyakarta.

Kabar Guru Besar Farmakologi, Fakultas Kedokteran UGM itu diduga terinfeksi Covid-19 beredar kemarin di media sosial.

Guru besar itu dirawat di ICU dengan alat bantu pernapasan ventilator, dan mengalami acute respiratory distress syndrome (ARDS).

Apakah itu ARDS dan bagaimana pencegahannya?

Acute Respiratory Distress Syndrome atau disingkat ARDS adalah kondisi yang muncul ketika cairan mengumpul di alveoli, yaitu kantung udara kecil dan elastis pada paru. Cairan biasanya merembes dari pembuluh darah kecil.

Dikutip dari www.allodokter.com, kumpulan cairan ini dapat membuat paru tidak cukup terisi udara dan pasokan oksigen ke aliran darah menjadi berkurang.

Hal tersebut mengakibatkan organ-organ, seperti ginjal dan otak, tidak dapat bekerja normal atau bahkan berhenti berfungsi karena tidak mendapat cukup oksigen.

ARDS biasanya dialami oleh orang yang sudah menderita penyakit kritis atau mengalami cedera cukup parah.

Kebanyakan ARDS menyebabkan kematian, meskipun ada pula penderita yang dapat sembuh total. Besarnya risiko kematian bergantung dari usia penderita dan tingkat keparahan ARDS.

Gejala

Gejala yang dialami penderita ARDS dapat berbeda-beda, tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala yang mungkin dirasakan oleh penderita ARDS adalah:

Napas menjadi sangat pendek.

Sesak napas dan frekuensi napas menjadi cepat.

Tekanan darah turun.

Penurunan kesadaran dan merasa sangat lelah.

Banyak berkeringat.

Pusing.

Bibir atau kuku berwarna kebiruan.

Batuk kering.

Demam.

Denyut nadi cepat.

Penyebab

Penyebab ARDS adalah merembesnya cairan dari pembuluh darah kapiler (pembuluh darah terkecil) dalam paru ke dalam alveoli, tempat di mana seharusnya darah dipasok dengan oksigen.

Pada kondisi normal, membran pembuluh darah akan menjaga cairan tetap di dalam.

Adanya cedera atau penyakit yang berat dapat menyebabkan kebocoran cairan dari dinding pembuluh darah.

Pengobatan

Beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk mengatasi ARDS adalah:

Pemberian oksigen

 Dokter akan meningkatkan kadar oksigen dalam aliran darah penderita dengan memberikan oksigen tambahan melalui selang hidung ataupun masker.

Alat bantu napas atau ventilator

Ventilator membantu memberikan tekanan udara tambahan ke paru-paru penderita.

Mengatur asupan cairan

Dokter akan mengatur jumlah cairan infus dan nutrisi yang masuk ke tubuh penderita, sesuai hasil uji klinis dan keadaan umum pasien.

Pemberian obat-obatan

Dokter akan memberikan obat untuk mencegah dan mengatasi infeksi, meredakan nyeri dan ketidaknyamanan, mencegah penggumpalan darah pada kaki dan paru, dan meminimalisasi refluks asam dan isi lambung. Bila diperlukan diberikan obat tidur, terutama untuk pasien yang menggunakan alat bantu napas.

Rehabilitasi paru

Tindakan ini diperlukan untuk memperkuat sistem pernapasan dan meningkatkan kapasitas paru-paru saat pemulihan dari ARDS.

Komplikasi

Pasien ARDS berisiko menderita komplikasi saat menjalani pengobatan. Beberapa komplikasi tersebut di antaranya adalah:

Penggumpalan darah

Berbaring terus-menerus dapat meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah, terutama pada pembuluh darah vena dalam di tungkai (deep vein thrombosis).

Kolaps paru (pneumothorax)

Penggunaan ventilator berfungsi memberikan tekanan udara tambahan untuk meningkatkan aliran oksigen dalam darah. Ventilator juga membantu membersihkan cairan dalam alveoli. Namun penggunaan ventilator berisiko membuat robekan kecil pada kantung udara paru-paru, sehingga membuat udara dalam paru-paru keluar melalui lubang kecil tersebut dan menyebabkan paru-paru kempis.

Infeksi

Untuk menyambungkan paru-paru dengan mesin (ventilator), dimasukkan pipa atau selang ke dalam tenggorokan sampai melewati pita suara. Selang ini merupakan benda asing bagi tubuh yang berisiko melukai dan mengiritasi saluran pernapasan, serta menjadi tempat pertumbuhan bakteri.

Fibrosis paru.

Fibrosis paru mengakibatkan paru-paru menjadi tidak elastis dan sulit mengalirkan oksigen.

Beberapa gangguan kesehatan juga berisiko diderita oleh pasien ARDS yang berhasil disembuhkan

Pencegahan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan seseorang untuk menurunkan risiko menderita ARDS, yaitu:

Menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari asap rokok.

Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

Rutin mendapatkan vaksin flu setiap tahun dan vaksin pneumonia setiap lima tahun untuk mengurangi risiko infeksi paru.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ugm, Virus Corona

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top