Berbagi Pengalaman Diet Keto dan Food Combining lewat Komunitas

Pola asupan harian menjadi salah satu kunci yang memengaruhi imunitas dan metabolisme tubuh seseorang. Apabila asupan ini tidak seimbang, tentu berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  08:33 WIB
Berbagi Pengalaman Diet Keto dan Food Combining lewat Komunitas
Diet - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menerapkan gaya hidup dengan pola makan yang sehat kini tengah populer di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat urban dengan aktivitas yang padat.

Motivasinya beragam mulai dari proses penyembuhan, hingga demi mendapatkan postur tubuh yang ideal. Selain latihan fisik, banyak masyarakat Indonesia yang mulai mengatur menu dan pola makan dengan berbagai metode.

Pola asupan harian menjadi salah satu kunci yang memengaruhi imunitas dan metabolisme tubuh seseorang. Apabila asupan ini tidak seimbang, tentu berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Kini, ada banyak metode yang menawarkan saran pola asupan dan program diet dengan mengatur menu makanan sehari-hari.

Anda pernah mendengar metode diet Keto dan food combining? Secara umum, diet Keto menyarankan untuk mengonsumsi makanan rendah karbohidrat, rendah gula dan tinggi lemak. Sedangkan food combining berfokus pada komposisi menu makanan yang dikonsumsi saat pagi, siang, dan malam hari.

Kesuksesan dari praktek gaya hidup sehat dan program diet bergantung kepada komitmen diri sendiri, namun semua akan terasa lebih mudah dijalankan jika berada di lingkungan yang suportif. Selain untuk saling menyemangati, berada di lingkungan yang mengerti atau sama-sama menjalani program diet mempermudah berbagi pengalaman dalam perjalanan upaya hidup sehat, dan mencari solusi untuk tantangan diet sehari-hari.

Mengingat tingginya pelaku diet keto, Facebook membuka komunitas Ketogenic Indonesia dan Food Combining Indonesia yang bisa menjadi salah satu wadah yang mumpuni untuk belajar tentang pola makan sehat, sekaligus melihat kisah sukses dari anggota komunitas.

Inisiator komunitas Ketogenic Indonesia, Annas Ahmad, mulai mengenal diet Keto ketika menghadiri konferensi yang membahas tentang minyak kelapa pada tahun 2015. Annas mulai mencoba diet Keto ini dengan memanfaatkan minyak kelapa, yang merupakan salah satu sumber lemak alami. Melihat kesuksesan program diet yang dijalankan, Annas mengajak rekan-rekannya untuk mengembangkan komunitas diet Keto, dengan memanfaatkan Facebook Group.

Bersama beberapa relawan, Annas melakukan riset sederhana dengan memanfaatkan Polling di Group dan sesi FGD. Hasil riset tersebut dipresentasikan dalam The 2nd International Conference on Coconut Oil tahun 2017. Antusiasme terhadap program diet ini membuat komunitas Ketogenic Indonesia semakin berkembang.

  • Sekitar 96,000 orang telah bergabung dalam komunitas ini. Anggota komunitas juga sangat aktif berinteraksi untuk saling berbagi informasi, kisah sukses, tips, dan juga saling menguatkan bagi yang sedang menjalani Keto. Komunitas Ketogenic Indonesia juga mengadakan aktivitas bersama seperti Yoga atau sesi diskusi tentang body wellness. Acara pertemuan offline ini juga disiarkan melalui Facebook Live sehingga dapat dilihat oleh semua anggota komunitas.

Berbeda dengan kisah inisiator komunitas Food Combining Indonesia, Erykar Lebang, yang mulai menekuni metode food combining sejak tahun 2000-an. Selain berbagi pengetahun tentang food combining di media sosial, Erykar juga menerbitkan beberapa buku, diantaranya ‘Mitos dan Fakta Kesehatan’ dan ‘Food Combining itu Gampang’. Berawal dari saran salah satu followers-nya yang merasakan manfaat dari metode food combining, Erykar mulai beralih ke Facebook Group pada tahun 2016 dan mulai merintis komunitas Food Combining Indonesia (FCI).

Anggota komunitas yang telah mencapai 70,000 orang ini didominasi oleh perempuan dan juga profesional muda, yang membutuhkan saran pola makan sehat untuk mengatasi penyakit tertentu. Tidak hanya kisah sukses,anggota FCI juga saling membagikan resep menu makanan sebagai referensi bersama.

Bagi Erykar, Facebook Group membantunya untuk mengatur arus informasi dan menyaring topik-topik diskusi. Selain mencantumkan aturan grup di About (Tentang), fitur Pin Post juga membantu admin untuk menampilkan FAQ beserta jawabannya.

“Selain interaksi yang aktif, anggota komunitas Food Combining Indonesia juga membantu melakukan pelaporan jika ada konten yang dinilai tidak sesuai aturan yang disepakati. Hal ini membuat percakapan di Grup lebih kondusif,” jelas Erykar melalui siaran resmi yang diterima Bisnis, Selasa (17/3/2020).

Masyarakat Indonesia senang berbagi banyak hal dengan keluarga atau teman. Melalui Facebook Group, kami memberikan mereka kekuatan untuk membentuk komunitas dengan minat yang sama, merasakan interaksi yang lebih bermakna, serta menciptakan dampak yang nyata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
diet

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top