Sejumlah Tes Medis yang Dilakukan Andrea Dian Sebelum Didiagnosa Kena Virus Corona

Gejala awal yang dialaminya adalah demam, seperti salah satu dari gejala yang disebutkan sebagai tanda seseorang terkena virus corona.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  13:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Artis Indonesia Andrea Dian baru saja mengumumkan jika dirinya positif didiagnosa terpapar virus corona atau covid 19.

Gejala awal yang dialaminya adalah demam, seperti salah satu dari gejala yang disebutkan sebagai tanda seseorang terkena virus corona.

Tetapi, gejala ini tidak semua orang terpapar virus corona rasakan. Salah satunya aktor Detri yang juga menantu Tjahjo Kumolo yang sama sekali tidak merasakan gejala apapun. Hanya sekali merasa seperti masuk angin. Begitu pengakuannya.

Kasus Andrea Dian juga cukup menarik disimak. Pasalnya, pertama berobat, dia didiagnosa kena demam berdarah. Tapi, karena rasa penasarannya, dia meminta tes thorax dan influenza. Hasilnya bagus, apalagi dia juga merasa lebih fit.

Tapi, dia meminta tes lanjutan berupa scan paru, yang hasilnya ada flek di bagian kanan dan kiri parunya. Karena kecurigaan adanya flek itu, maka diapun melakukan tes swab tenggorok. Hasilnya pun tidak langsung diterimanya tapi butuh 2 hari kemudian setelah tes dilakukan. 

Belajar dari pengalaman Andrea ini menunjukkan bahwa untuk mengetahui negatif atau positifnya virus corona dalam tubuh seseorang memang butuh tes khusus melalui swab tenggorok atau saat ini rapid tes yang lebih cepat.

Dokter ahli paru atau pulmonologi di salah satu RS swasta di Tangerang juga mengatakan hal yang sama. Tapi, kebanyakan orang memang tidak langsung dites khusus corona.

Karena, pihak RS biasanya melakukan screening terlebih dahulu. Hal utama yang dilakukan dalam screening adalah menanyakan riwayat bepergian pasien. Yakni pernah ke luar negeri tempat negara terpapar atau tidak. Dan pernahkah kontak dengan orang positif terkena virus corona.

Jika jawabannya tidak, maka umumnya dokter akan memberikan resep untuk penyakit yang diduga semisal influensa atau penyakit lainnya.

Biasanya, pasien diminta mengonsumsi obat tersebut dan kontrol dalam lima hari ke depan untuk mengetahui apakah kondisi membaik atau tidak.

Tapi, ada juga pasien yang ingin tahu lebih lanjut akan dirujuk untuk melakukan tes darah lengkap dan foto thorax.

Jika hasilnya bagus, dokter maka akan mengimbau agar si pasien beristirahat. Menurut dokter tersebut biasanya dari hasil tes darah jika kemungkinan ada infeksi baik oleh bakteri atau virus maka tingkat lekosit akan tinggi dari angka normal.

Tapi, untuk kasus covid 19 ini memang sangat unik. Toh buktinya, ternyata ada juga pasien yang hasil darahnya bagus tapi masih terpapar virus corona. Karena itu, satu-satunya cara untuk mengetahui positif atau tidaknya seseorang terpapar virus corona sampai saat ini memang harus melalui tes swab ya g sayangnya tidak semua RS memiliki layanan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top