Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Terpopuler Lifestyle, Beda Tes PCR dengan Rapid Test dan Belajar dari Wuhan Atasi Kecemasan Selama Lockdown

Beda tes PCR dengan Rapid Test menjadi berita terpopuler di kanal Lifestyle Bisnis.com pada Senin (30/3/2020).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  19:50 WIB
Sampel swab yang akan diuji untuk virus corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China, Sabtu (14/3/2020). - Bloomberg
Sampel swab yang akan diuji untuk virus corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China, Sabtu (14/3/2020). - Bloomberg

1. Ini Beda Tes PCR dengan Rapid Test Virus Corona

Pemerintah akan melakukan tes massal virus corona terhadap 700.000 orang yang berisiko terinfeksi.

Pemeriksaan akan dilakukan dengan mengambil darah pasien sebagai sampel. Namun tahukah Anda perbedaan dari pemeriksaan PCR atau Polymerase Chain Reaction dan tes massal dengan rapid test?

Baca berita lengkapnya di sini.

2. LIPI Patenkan Disinfektan Ramah Kulit, Harga hingga Rp10 Juta

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkenalkan disinfektan buatannya yang diklaim ramah bagi kulit.

Disinfektan berbasis ozon itu menjadi alternatif di tengah maraknya langkah mandiri kelompok-kelompok masyarakat membuat bilik sterilisasi, melindungi diri dari pandemi Covid-19.

Baca berita lengkapnya di sini.

3. Waspada, Kebanyakan Konsumsi Garam Turunkan Imunitas Tubuh


Mengonsumsi terlalu banyak garam dalam makanan bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda sehingga menyulitkan melawakan infeksi penyakit terutama akibat bakteri, menurut sebuah studi dalam jurnal Science Translational Medicine.

Untuk penelitian ini, para peneliti dari University Hospital of Bonn menjadikan tikus dan manusia sebagai subjek studi. Peneliti memberi makan makanan tinggi garam kepada tikus dan mendapati mereka menderita infeksi bakteri yang parah.

Baca berita lengkapnya di sini.

4. Cemas Saat Lockdown? Ini 8 Kegiatan Positif Untukmu Selama di Rumah


Pembatasan sosial yang dilakukan selama dua pekan belum efektif sehingga wacana lockdown menjadi opsi yang mungkin akan diambil pemerintah dalam waktu dekat.

Lockdown kerap menimbulkan kecemasan sosial misalnya dengan panic buying. Belum lagi adanya kebosanan dan stres yang menerpa Anda selama karantina dalam rumah.

Baca berita lengkapnya di sini.

5. Belajar dari Wuhan Atasi Kecemasan Selama Lockdown

Virus Corona atau Covid-19 memang bisa berhenti dengan sendirinya jika daya tahan tubuh atau antibodi seseorang cukup kuat.

Sementara daya tahan tubuh yang kuat hanya bisa terwujud dengan rasa bahagia bukan kecemasan.

Baca berita lengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Berita Terpopuler
Editor : Surya Rianto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top