Vitamin
Health

Bahaya Kebanyakan Konsumsi Vitamin D Bikin Diare

Gloria Fransisca Katharina Lawi
Senin, 6 April 2020 - 17:16
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Vitamin D memang bisa diproduksi dalam tubuh dari berjemur di bawah sinar matahari, meski demikian jika terlalu berlebihan vitamin D juga akan membuat kondisi tubuh sakit.

Dikutip dari Express.co.uk, ada tiga gejala tubuh yang menunjukkan kita sudah mengonsumsi vitamin D secara berlebihan. Apalagi jika Anda mengupayakan sumber vitamin D selain sinar matahari, misalnya dari suplemen.

“Meski demikian Vitamin D bisa menjadi racun jika kadarnya dalam darah di atas 150ng/ml,” dikutip pada Senin (6/4/2020).

Vitamin yang tersimpan dalam tubuh secara perlahan akan bercampur dalam darah dan berefk pada pelepasan racun dalam tubuh beberapa bulan kemudian. Hal ini masih bisa terjadi sekalipun Anda sudah lama tak mengonsumsi pil suplemen vitamin D.

Oleh sebab itu penting untuk diingat bahwa dalam tubuh seseorang ada kadar yang terbatas vitamin D dalam darah baik melalui sinar matahari atau sumber lainnya. Racun bisa diakibatkan dari terlalu banyak mengonsumsi vitamin D yang berbentuk suplemen.

Beberapa contoh Anda sudah overdosis vitamin D adalah gejala sulit BAB. Menurut Peneliti dari King Fahad Medical City, Arab Saudi, menyatakan hiperkalsemia bertugas memproduksi banyak vitamin D yang akhirnya menyebabkan keracunan.

Penyakit ini juga mencakup masalah saluran pencernaan sejenis diare dan sembelit. Penyakit hiperkalsemia terjadi ketika kadar kalsium dalam darah juga mencapai taraf yang berlebihan. Vitamin D berfungsi dalam tubuh menyerap kalsium. Meski demikian, jika kalsium pun terlalu banyak akan merusak fungsi produksi vitamin D.

Berdasarkan Journal of Pediatric Endocrinology and Metabolism (JPEM), gejala dari terlalu banyak vitamin D selain sembelit dan diare adalah sakit perut yang berlebihan. Riset ini mencatat seorang pasien berusia 12 tahun yang dirawat di rumah sakit karena sakit dalam area abdominal.

Para peneliti biokimia juga melakukan pengecekan dan membuktikan bahwa penyakit hiperkalsemia disebabkan tingginya kadar kalsium dalam darah. Pasien berusia 12 tahun itu juga didiagnosa karena kelebihan suplemen vitamin D.

“Vitamin D punya risiko yang tinggi dalam penggunaannya, maka seharusnys konsumsi vitamin D harus dibawah kontrol tim medis,” ujar periset.

Hal serupa terjadidi Italia, dimana seorang pria berusia 18 tahun yang telah diberikan multivitamin selama 3 bulan berturut-turun dan 50.000 IU vitamin D menderita penyakit diare dan sakit perut. Diagnosa membenarkan bahwa orang tersebut menderita hiperkalsemia.

Oleh sebab itu jika Anda masih menggunakan vitamin D dari suplemen, Anda harus mulai menghentikannya jika merasakan gejala diare dan sembelit.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro