Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Perbedaan Insomnia dan Susah Tidur

Tidak selamanya susah tidur adalah insomnia. Membedakannya memang gampang-gampang susah. Anda bisa mengidentifikasinya dengan mengenali lebih jauh apa itu insomnia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  22:37 WIB
Ilustrasi - Popsugar
Ilustrasi - Popsugar

Bisnis.com, JAKARTA - Di saat orang lain memanfaatkan malam hari untuk beristirahat, Anda justru tidak bisa memejamkan mata. Sebentar-sebentar terbangun, gelisah berkepanjangan, susah tidur malam hari, sampai akhirnya merasa lesu saat pagi tiba. Apakah ini ciri-ciri insomnia?

Setiap tahunnya di Amerika saja, ada 40 juta orang yang mengalami sulit tidur di malam hari dan berakhir menjadi insomnia. Ini merupakan masalah tidur paling umum terjadi.

Namun, tak selamanya susah tidur adalah insomnia. Membedakannya memang gampang-gampang susah. Anda bisa mengidentifikasinya dengan mengenali lebih jauh apa itu insomnia.

Secara umum, insomnia bisa terjadi karena dua penyebab. Pertama, insomnia akut yang bisa terjadi hanya satu malam atau berminggu-minggu. Biasanya hal ini terkait dengan peristiwa yang menyebabkan stres akut seperti kematian orang terdekat.

Kedua, insomnia kronis. Masalah tidur yang lebih serius ini terjadi ketika Anda merasakan gangguan tidur setidaknya selama tiga malam setiap minggunya dan berlangsung selama tiga bulan.

Ada beberapa ciri-ciri insomnia yang perlu Anda ketahui:

- Sulit tertidur

- Terbangun di malam hari dan sulit kembali tidur

- Kelelahan dan tidak berenergi

- Tidak bisa menjalankan fungsi kognitif seperti mengingat dan berkonsentrasi

- Masalah mood

- Tidak maksimal saat di kantor atau sekolah

Tidak selamanya orang sulit tidur malam berarti insomnia. Terkadang susah tidur terjadi hanya karena suasana yang tidak kondusif. Contohnya masih ada cahaya lampu, kamar yang gerah, hingga melihat ponsel atau televisi sebelum tidur.

Orang yang mengalami insomnia biasanya perlu waktu lebih dari 30 menit untuk terlelap dan bisa terbangun lebih dari 3 kali dalam semalam. Kondisi seperti itu berlangsung lebih dari 3 kali per pekan dan selama 3 minggu berturut-turut.

Apabila susah tidur malam hanya berlangsung sesaat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Cukup ketahui penyebabnya dan berupayalah mengubahnya. Namun jika yang terjadi adalah susah tidur malam dalam jangka waktu lebih panjang, segera konsultasikan kepada pakarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tidur tips sehat pola tidur

Sumber : Tempo.co

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top