Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uji Coba Vaksin Corona ke Manusia, Peneliti Harus Perhatikan Risiko Bagi Sukarelawan

Para penelitian membutuhkan pedoman etika untuk menginfeksi manusia denga sengaja dengan calon vaksin virus Corona (Covid-19).
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 30 Mei 2020  |  15:33 WIB
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk mempercepat proses penemuan vaksin, maka sukarelawan akan menyetujui untuk diinfeksi vaksin virus corona (Covid-19) dengan sengaja. Namun, untuk melakukan hal tersebut harus disertai dengan pedoman etika.

Seorang peneliti Universitas Warwick Adair Richards telah mengembangkan seperangkat pedoman etika untuk memandu para peneliti pada pendekatan etis untuk sengaja menginfeksi sukarelawan yang telah diberi kandidat vaksin dengan Covid-19.

Dia berpendapat bahwa ini dapat secara signifikan mempercepat proses pengembangan vaksin dan berpotensi menyelamatkan banyak nyawa.Profesor dari Departemen Kimia Universitas Warwick Adair Richards kini memimpin pelatihan etika penelitian untuk para peneliti pascasarjana di bidang sains dan kedokteran.

"Saat ini ada beberapa kandidat vaksin yang sedang menjalani uji keamanan manusia, tetapi untuk mengetahui apakah mereka bekerja, kita perlu menemukan apa yang terjadi ketika orang yang divaksinasi terpapar Covid-19,” ungkapnya seperti dikutip dari Sciencedaily, Sabtu (30/5/2020). 

"Bila sengaja menginfeksi sukarelawan dengan penyakit, maka sama bahayanya dengan Covid-19 yang sebelumnya dianggap tidak etis oleh komunitas peneliti. Namun saya percaya bahwa situasi global saat ini sangat berbeda dengan yang dihadapi sebelumnya, sehingga etis dalam hal ini.”

Dia mengatakan bahwa saat ini masyarakat harus mengizinkan individu untuk melakukan hal-hal yang menempatkan mereka pada risiko pribadi, seperti menjadi petugas pemadam kebakaran atau ahli kesehatan yang merawat pasien Covid-19. 

Penelitian ini menganalisis setiap argumen umum terhadap jenis eksperimen yakni  risiko bahaya bagi sukarelawan; risiko tidak ada vaksin yang dapat digunakan; validitas persetujuan sukarela yang diinformasikan; risiko reputasi untuk penelitian dan ini bisa adanya penelitian yang semakin tidak etis.

"Jumlah orang yang sangat banyak secara global. Maka akan ada penghematan waktu beberapa minggu atau bulan dalam pengembangan vaksin yang diharapkan dapat menyelamatkan nyawa manusia,” ungkap Richard.

Dia berpendapat bahwa agar sukarelawan memilih dan mengambil risiko kesehatan pribadi untuk membantu menciptakan manfaat yang lebih besar bagi kemanusiaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manusia vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top