Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manfaat Konsumsi Tuna untuk Kesehatan: Antipenuaan hingga Sembuhkan Stroke

Tuna adalah makanan indeks glikemik rendah dan sumber selenium yang sangat baik. ikan juga mengandung sejumlah vitamin seperti vitamin B3, (niasin), vitamin B12, Vitamin B6, protein, fosfor, vitamin D, dan kalium.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 13 Juni 2020  |  17:35 WIB
Daging ikan tuna - Istimewa
Daging ikan tuna - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Tuna merupakan ikan laut yang termasuk dalam keluarga mackerel atau scombriade. Jenis ikan ini merupakan salah satu yang paling banyak dikonsumsi di dunia dalam bentuk kaleng maupun ikan segar.

Dalam konteks kesehatan, tuna adalah makanan indeks glikemik rendah dan sumber selenium yang sangat baik. ikan juga mengandung sejumlah vitamin seperti vitamin B3, (niasin), vitamin B12, Vitamin B6, protein, fosfor, vitamin D, dan kalium.

Selain itu, tuna juga mengandung magnesium, kolin, vitamin B1 (thiamin, vitamin B2 (ribofavin), dan yodium. Jenis ikan ini biasanya hanya memiliki kandungan 0,49 gram lemak dan sekitar 24 gram protein.

Dengan banyaknya nutrisi yang ada, mengonsumsi ikan ini tentunya memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Berikut manfaat mengonsumsi ikan tuna bagi kesehatan tubuh dikutip dari medindia.net:

Antikerut

Jantung tuna menunjukkan efek antipenuaan dan anti-kerut, karena meningkatkan sintesis kolagen dan meningkatkan proliferasi fibroblast kulit. Sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Molecular Medicine membuktikan bahwa fraksi jantung tuna memberikan efek antikerut pada fibroblast manusia.

Selain itu, asam lemak tak jenuh dalam tuna memberikan cahaya, kelembapan pada kulit kering dan meningkatkan elastisitas kulit.

tuna

Antioksidan

Senyawa yang mengandung selenium dan selenoneine adalah bentuk utama dari selenium organik yang ditemukan dalam darah dan jaringan tuna. Senyawa selenium memiliki kapasitas antioksidan yang kuat.

Hal ini dapat mengikat protein heme, seperti mioglobin dan hemoglobin yang melindunginya dari oksidasi otomatis. 100 gram runa mengandung sekitar 90mcg selenium yang setara dengan lebih dari 100 persen nilai harian yang dibutuhkan.

Kualitas tuna yang baik membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan menghambat penyakit kronis, karsinogenesis, dan penuaan. Sifat antioksidan peptida tuna ini melindungi membran sel dari kerusaka, terkait oksigen yang masuk dalam proses peroksidasi lipid.

Menguatkan tulang

Ikan tuna, khususnya tuna sirip kuning memiliki sejumlah vitamin D yang berperan penting dalam penyerapan kalsium dan memperkuat tulang. Selain itu, tuna juga memiliki magnesium dan fosfor yang signifikan untuk mendukung kesehatan tulang.

Baik untuk jantung

100 gram tuna memiliki sekitar 400 miligram kalium, di mana kalium merupakan vasodilator yang membantu menurunkan tekanan darah. Ikan tuna juga merupakan sumber niarsin yang baik dan mengandung vitamin B kompleks yang dapat mendukung fungsi jantung.

Sumber energi

Ikan tuna juga merupakan sumber vitamin B12, folat, dan B kompleks baik lainnya. Mengonsumsi ikan tuna dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan fungsi organ yang efisien. Vitamin B12 membantu membuat dan menjaga saraf serta sel-sel darah tetap sehat.

Ini penting untuk mencegah anemia megaloblastik, gangguan defisiensi yang membuat orang mudah lelah dan lemah. Selain itu tuna juga mengandung vitamin B6 yang meningkat energi dan metabolisme serta melindungi saraf.

stroke

Menyembuhkan stroke

CoQ10 dan vitamin B3 (niasin) adalah elemen penting dalam penyembuhan dan proses pencegahan penyakit stroke. CoQ10 adalah komponen vital metabolisme energi sel yang penting untuk fungsi normal mitokondria.

Sementara, vitamin B12, niasin, vitamin E, dan Vitamin C telah dikaitkan dengan risiko terkena stroke yang lebih rendah. Pada intinya, asupan ikan tuna secara teratur juga dapat membantu menjaga kesehatan otak.

Sumber protein

Protein adalah blok pembangun otot, tulang, tulang rawan, darah, dan kulit. Protein membangun dan memperbaiki jaringan. Bahkan US Food Plate menganjuran seperempat isi piring yang dikonsumsi harus terdiri dari protein.

Untuk itu, ikan tuna merupakan pilihan yang tepat. Per 100 gram tuna rata-rata menyediakan sekitar 24 gram protein yang kira-kira setara dengan 50 persen kebutuhan harian. Dibutuhkan lebih banyak kalori untuk membakar protein sehingga konsumsi ini bagus untuk menyeimbangkan asupan kalori dengan pembakarannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung stroke ikan tuna
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top