Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Saat yang Tepat untuk Kembali Berolahraga

Namun sebagian wilayah yang mana terdapat pengidap Covid-19 menetapkan menetapkan pembatasan sosial dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  19:33 WIB
Bersepeda bermanfaat untuk kesehatan. - Istimewa
Bersepeda bermanfaat untuk kesehatan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan berolahraga sangat dianjurkan di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya kegiatan yang satu ini terbukti bisa meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah diri dari infeksi virus.

Namun sebagian wilayah yang mana terdapat pengidap Covid-19 menetapkan menetapkan pembatasan sosial dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Sementara olahraga sendiri sering dilakukan di luar ruang sepeti berlari atau bersepeda. Terlebih tak banyak orang yang rumahnya memiliki tempat atau ruang untuk berolahraga.

Lantas bagaimana kegiatan ini tetap bisa dilakukan?

Menurut Head of Medical Management Good Doctor dr. Adhiatma Gunawan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan berlari di tempat baik menggunakan treadmill maupun tidak.

"Ini saatnya untuk memulai olahraga bagi yang belum berolahraga. Di rumah mungkin bisa dimulai dengan lari-lari di tempat, kalau ada treadmill pakai treadmill. Mulai perlahan jangan langsung diforsir," katanya dalam bincang-bincang bersama Bisnis pada Jumat (19/6/2020).

Apabila terbiasa olahraga di luar rumah, menurut Adhiatma kegiatan tersebut tetap bisa dilakukan asalkan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

"Yang penting protokol [kesehatan] tetap dipatuhi. Bawa hand sanitizer, jaga jarak. Pakai masker kalau memang tidak merasa sesak. Kalau sesak pakai waktu perjalanannya saja," tuturnya.

Adhiatma mengungkapkan dirinya selama pandemi Covid-19 tetap bermain tenis untuk menjaga kebugaran tubuhnya.

Sebelumnya, Michael Triangto, Spesialis Kedokteran Olahraga sekaligus Direktur Slim&Health Sports Center Jakarta mengungkapkan bahwa penggunaan masker tidak bisa dipaksakan ketika berolahraga.

"Masalahnya adalah dengan menggunakan masker kita akan merasakan nafas menjadi kurang lega, sesak, tidak nyaman," tulisnya dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Michael mengungkapkan tujuan utama dari penggunaannya adalah untuk melindungi pemakainya dari kemungkinan terinfeksi virus dan melindungi orang lain dari kemungkinan kita menginfeksi mereka, terutama bila kita sedang tidak sehat.

Bila masker digunakan saat berolahraga, maka akan menimbulkan sesak terutama pada olahraga berintensitas berat. Bila merasakan hal tersebut, maka baiknya olahraga jangan dipaksakan.

Sebelum berolahraga setiap individu sebaiknya mengetahui dengan jelas tujuan dari kegiatannya itu dan bila tujuannya untuk sehat tentunya yang bersangkutan hanya boleh melakukan olahraganya berintensitas ringan sampai sedang saja.

"Untuk yang ingin tetap berolahraga berat tentunya tidak akan dapat dilarang, dengan demikian boleh tetap dilakukan olahraganya namun dianjurkan dilakukan di dalam rumah sehingga tidak akan terkena kewajiban menggunakan masker," ungkap Michael.

Michael mengatakan bahwa olahraga berintensitas berat hanya diperuntukkan bagi atlet yang mau bertanding sehingga tujuan kesehatan bukanlah menjadi prioritas utama mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olahraga Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top