Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berhenti Mengejar Kebahagiaan, Tips Menjadikan Hidup Lebih Baik

Tidak ada yang suka merasa sedih, tertekan, kesepian, atau emosi negatif lainnya, tetapi itu tidak berarti bahwa perasaan ini salah.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  15:30 WIB
Ilustrasi - Testube
Ilustrasi - Testube

Bisnis.com, JAKARTA – Setiap orang pasti ingin hidupnya bahagia. Apapun dilakukan untuk mencapai kebahagiaan tersebut.

Menurut Angelica Bottaro, seorang penulis lepas dan calon novelis yang berbasis di Toronto terkadang kebahagiaan yang dikejar tak kunjung didapat, alhasil hanya mendatangkan kekecewaan. Oleh sebab itu, menurutnya lebih baik menyerah mengejar kebahagiaan, dan itu akan mengubah kehidupan menjadi lebih baik.

Dalam tulisannya di Bolde, berikut cara Bottaro mendapat kehidupan yang lebih baik:

1. Berdamai dengan diri sendiri

“Jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang saya pikir akan menyenangkan dan ternyata itu adalah waktu yang buruk, saya tidak khawatir tentang hal itu. Saya tidak lagi melihat diri saya sebagai salah jika semua orang di sekitar saya menikmati diri mereka sendiri sementara saya lebih suka melakukan hal lain,” ujar Bottaro.

Dia mengaku dahulu bertanya-tanya apa yang salah dengannya ketika tidak bisa tertawa bahkan tersenyum ketika orang di sekitarnya tengah tertawa, tetapi sekarang Bottaro mengerti bahwa itu bukan akhir dunia jika sesuatu tidak memenuhi harapannya.

2. Realistis

“Jika saya membuat rencana untuk pergi ke festival musik atau menonton film dan itu bukan malam terbaik dalam hidup saya, saya sering marah. Berani-beraninya acara ini tidak memenuhi harapan saya?” sebut Bottaro. Namun kini dia sadar tidak realistis untuk berharap begitu banyak dari sesuatu yang begitu biasa.

3. Nikmati emosi yang ada

Tidak ada yang suka merasa sedih, tertekan, kesepian, atau emosi negatif lainnya, tetapi itu tidak berarti bahwa perasaan ini salah. Menurutnya setiap manusia belajar mencari cara untuk hidup dalam perasaan apakah itu positif atau negatif. Perasaan buruk hanya membuat yang baik itu jauh lebih baik.

4. Kenali trauma yang dihadapi

Semua orang mengalami beberapa pengalaman mengerikan dan sulit dilupakan. Beberapa pengalaman traumatis ini dapat memainkan peran langsung dalam emosi seseorang, bagaimana menangani hubungan, dan bagaimana menjalani kehidupan sehari-hari. “Ketika saya berhenti berusaha mengatasi perasaan buruk, itu membuat saya menyadari dari mana mereka datang sehingga saya bisa menghadapinya dan akhirnya melanjutkan hidup saya,” sebut Bottaro.

5. Lebih baik secara emosional

Mengalihkan perasaan mengerikan apa pun yang tidak ingin disampaikan seringkali menyulitkan untuk tidak emosi dari waktu ke waktu. Bottaro menyadari bahwa mencoba untuk bahagia bahkan ketika benar-benar menyedihkan malah menyebabkan tangisan yang serius di tempat-tempat tak terduga dan untuk alasan konyol. “Ketika saya mulai membiarkan diri saya merasa sedih, semburan air mata dan kesedihan yang acak menghilang,” imbuhnya.

6. Menjadi lebih baik

“Karena saya belajar untuk menerima diri saya sendiri walaupun dalam keburukan yang dimiliki, saya akhirnya dapat fokus pada bagian-bagian yang dapat saya ubah dan melakukan pekerjaan yang perlu saya lakukan. Saya selalu ingin tumbuh sebagai pribadi, dan ketika saya akhirnya melepaskan mengejar kebahagiaan, saya bisa melakukannya,” beber Bottaro.

7. Lebih baik dalam hubungan

Bottaro mengaku dulu sering berpura-pura untuk Bahagia. Hal itu dilakukan dengan harapan akan mengubahnya menjadi salah satu dari gadis-gadis yang bahagia yang menjengkelkan dan tidak memiliki empati di dunia. Semua orang katanya menyukai gadis-gadis itu dan dia ingin menjadi seseorang yang disukai semua orang. Namun nyatanya hal itu justru membuatnya menjadi lebih buruk. “Jadi saya berhenti berusaha dan menemukan bahwa teman sejati akan mencintai saya apa adanya,” sebutnya.

8. Bahagia bukan segalanya

Begitu banyak orang memandang kebahagiaan sebagai hal yang serba bisa, tetapi Bottaro menyadari bahwa itu tidak benar. Menjadi bahagia bukanlah hal yang konstan. Ada saat-saat baik dan buruk dan mereka selalu bersepeda. Ketika dia mengetahui bahwa semua yang dirasakan baik-baik saja, kadang-kadang menjadi lebih mudah untuk menerima perasaan tidak bahagia.

9. Akhirnya menerima diri sendiri

Bottaro dahulu sangat membenci diri sendiri karena tidak super bahagia atau karena punya sisi gelap. Dia menyukai humor gelap, film horor, lagu sedih, dan terkadang menangis terasa menyenangkan baginya. “Ketika saya akhirnya menyadari bahwa tidak ada yang salah dengan menjadi sendu dan sedih, saya menjadi lebih dekat dengan merasa puas dengan siapa saya dan kehidupan yang saya jalani,” tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hidup sehat tips bahagia
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top