Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

7 Alasan Pernikahan Tahun Pertama Paling Sulit Dilewati

Menjalin komitmen untuk menikah dengan orang yang dicintai membutuhkan penyesuaian, khususnya pada tahun pertama.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  07:58 WIB
Ilustrasi - Express.co.uk
Ilustrasi - Express.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah bulan madu, Anda akan dihadapkan pada kenyataan untuk beradaptasi dengan pasangan yang dinikahi.

Dalam awal pernikahan, awalnya Anda akan merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan gaya hidup, selera, pilihan, opini, dll dari pasangan Anda.

Tidak masalah jika Anda telah lama berpacaran dengan pasangan Anda sebelum menikah satu sama lain, Anda mungkin menghadapi beberapa kesulitan setelah menikah, terutama selama tahun pertama. Ini karena menjadi pasangan dan menikah satu sama lain bukanlah hal yang sama saat masih lajang.

Saat menikah, berbagai tanggung jawab masuk ke dalam hidup Anda. Setelah menikah Anda seharusnya tidak hanya menyesuaikan diri dengan pasangan Anda, tetapi juga dengan keluarga dan kerabat baru Anda.

Namun, ada beberapa alasan mengapa tahun pertama pernikahan Anda mungkin tampak sulit bagi Anda. Berikut alasannya:

1. Anda Mendapatkan Berbagai Tanggung Jawab

Menikah bukan hanya tentang perayaan, pakaian baru, perhiasan, dan kesenangan, tetapi juga tentang tanggung jawab yang tidak pernah berakhir seiring dengan pernikahan.

Anda seharusnya menjaga keluarga, pasangan, dan tentu saja, pekerjaan rumah tangga Anda. Jika Anda seorang wanita, Anda harus menjaga ipar Anda dan membuatnya bahagia.

2. Masuk ke Lingkungan Baru

Jika Anda seorang wanita, jelas bahwa Anda akan pindah ke rumah mertua setelah menikah. Anda akan pindah ke lingkungan yang benar-benar baru jauh dari orang tua dan orang yang Anda cintai.

Pindah ke rumah baru dan mendapatkan keluarga baru, Anda mungkin menghadapi beberapa masalah dalam menyesuaikan dengan mereka. Anda mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk terbiasa dengan perubahan baru.

3. Belajar Budaya dan Kebiasaan Baru

Ketika Anda telah pindah dengan orang-orang baru, Anda akan menyaksikan budaya dan kebiasaan mereka. Dengan berlalunya waktu, Anda harus belajar tentang budaya, kesukaan, dan ketidaksukaan mereka.

Mertuamu mungkin berharap kamu terbiasa dengan ini hanya dalam beberapa hari. Namun, Anda mungkin tidak dapat melakukannya. Ini kemudian dapat membuat beberapa masalah untuk Anda.

4. Anda Memiliki Berbagai Harapan di Mertua dan Pasangan

Saat Anda memiliki harapan bagi pasangan dan mertua, tentunya mereka juga memiliki harapan dari Anda. Mertua mungkin mengharapkan agar Anda menjaga pasangan Anda.

Mereka mungkin ingin Anda memiliki anak sesegera mungkin. Jika Anda seorang wanita, orang mungkin berharap Anda memasak untuk keluarga, melakukan pekerjaan rumah tangga, memberi lebih banyak waktu untuk keluarga dan lebih banyak lagi. Semua ini dapat membuat Anda merasa lelah dan hal-hal yang tampaknya tidak mudah bagi Anda.

5. Anda Mungkin Memiliki Waktu Cukup Waktu

Untuk menghabiskan waktu satu sama lain adalah hal yang cukup sulit pada pernikahan tahun pertama. Bisa saja lebih sulit dari yang Anda harapkan.

Saat menikah, Anda mungkin berpikir bahwa Anda akan mendapatkan cukup waktu untuk saling menghabiskan waktu. Tetapi tahukah Anda bahwa banyak hal dapat menjadi kebalikannya? Anda mungkin harus menyapa banyak tamu dan kerabat selama hari-hari awal pernikahan Anda.

Selain itu, Anda mungkin dikelilingi oleh banyak pekerjaan. Karenanya, Anda mungkin tidak dapat menghabiskan cukup waktu satu sama lain.

6. Melihat Kelemahan Satu Sama Lain

Setelah menghabiskan beberapa bulan bersama-sama, Anda langsung menyaksikan kelemahan dan kerentanan pasangan. Anda mungkin saling mengenal dengan cara yang lebih baik.

Anda juga akan menemui hal negatif pasangan. Ini mungkin mengecewakan Anda kadang-kadang, karena Anda mungkin mengharapkan sesuatu yang lain pada pasangan.

7. Muncul Serangkaian Konflik

Tidak ada dua manusia yang sama seutuhnya dalam sehati dan sepikir. Sebab pasangan suami istri berasal dari latar belakang yang berbeda, ada kemungkinan bahwa Anda mungkin memiliki beberapa konflik dalam pikiran dan pendapat Anda.

Pasangan dan Anda mungkin tidak dapat menyepakati hal yang sama setiap saat. Anda mungkin memiliki preferensi yang berbeda dan ini juga dapat menyebabkan pertengkaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menikah tips cinta jatuh cinta

Sumber : Boldsky

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top