Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selama Pandemi Covid-19, BPOM Ajukan Penghapusan 23.828 Link Penjualan Obat Ilegal

Langkah itu, sebagai implementasi dari program strategi pencegahan Waspada Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  18:46 WIB
Bpom RI
Bpom RI

Bisnis.com, JAKARTA - Di masa pandemi COVID-19, melalui patroli siber, Badan POM telah mengajukan takedown atau penghapusan 23.828 link penjualan obat dan Narkotika, Psikotropika, Prekursor, & Zat Adiktif (NAPPZA) kepada Kementerian Komunikasi & Informatika serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

Langkah itu, sebagai implementasi dari program strategi pencegahan Waspada Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, yang merupakan kelanjutan dari Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat yang telah dicanangkan oleh Presiden RI pada tahun 2017 lalu.

“Bijak dan berhati-hatilah dalam mengakses informasi dari internet dan melakukan belanja daring. Jangan mudah termakan isu atau hoaks terutama Obat dan Makanan. Terutama generasi muda harus proaktif menjadi agen perubahan, dengan mengampanyekan adaptasi kebiasaan baru, waspada pada obat ilegal dan penyalahgunaan obat, tebarkan semangat positif untuk membangun negeri,” pesan Kepala Badan POM RI dikutip dari akun twitter resmi BPOM.

Dia juga menginbau masyarakat agar mampu mengedukasi diri sendiri dan keluarga secara mandiri, terutama di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dengan menjaga disiplin serta mengingatkan orang-orang sekitar agar selalu menjalankan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan protokol kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPOM obat ilegal
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top