Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Teh Hijau Hangat Bantu Kurangi Risiko Dimensia

Para ilmuwan menemukan bahwa teh hijau dapat menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer dan gangguan kognitif.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  16:34 WIB
teh hijau - boldsky.com
teh hijau - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA – Para pakar meyakini mengonsumsi minuman hangat setiap pagi dapat menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer, yang merupakan penyebab paling umum demensia.

Demensia adalah nama yang diberikan kepada sekelompok gejala yang terkait dengan penurunan fungsi otak. Gejala demensia termasuk kehilangan ingatan, sulit berkonsentrasi, dan memiliki pikiran yang lebih lambat. Ada sejumlah jenis demensia namun yang paling umum adalah penyakit Alzheimer.

Melansir dari Express UK, Jumat (24/7/2020), membuat beberapa perubahan gaya hidup kecil dapat menurunkan peluang terkena Alzheimer di kemudian hari. Salah satu cara termudah untuk melindungi dari kondisi neurodegeneratif adalah dengan minum lebih banyak teh hijau hangat.

Teh hijau dapat menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer dan gangguan kognitif, kata para ilmuwan. Diyakini bahwa manfaat kesehatan otak dari minuman tersebut berasal dari sekelompok senyawa yang dikenal sebagai polifenol.

Flavanol, yang merupakan jenis polifenol, berlimpah dalam teh hijau, dan melindungi otak terhadap beberapa protein yang dapat menyebabkan Alzheimer. Teh hijau juga diklaim dapat melindungi otak terhadap peradangan, selain juga membantu menjaga pembuluh darah yang sehat.

"Bukti baru yang muncul berkaitan dengan teh yang membantu mengurangi risiko demensia, penyakit Alzheimer, gangguan kognitif ringan, atau kesengsaraan kognitif sudah mulai muncul," kata pakar kesehatan Dr Tim Bond, dari Tea Advisory Panel.

Bond menyebut ulasan baru ini mendukung studi sebelumnya yang membangun bukti lebih lanjut untuk hubungan antara konsumsi teh dan risiko demensia yang lebih rendah. Makan lebih banyak buah beri juga bisa membantu menurunkan risiko tersebut.

Makan banyak buah merupakan bagian dari diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay. Diet MIND telah diklaim membuat otak tetap tajam setelah bertahun-tahun, dan bahkan bisa menunda timbulnya demensia. Setiap orang harus mempertimbangkan makan buah setidaknya dua kali seminggu, kata ahli gizi.

National Health Service (NHS) Inggris menyebut tidak ada cara pasti untuk mencegah demensia berkembang, tetapi ada cara untuk menurunkan risiko Anda. Mereka menilai makanan yang sehat dan seimbang membantu menurunkan peluang terkena demensia.

Penting juga untuk melakukan olahraga yang cukup setidaknya 150 menit aktivitas intensitas sedang setiap minggu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan dimensia teh hijau
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top