Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Alasan Kenapa Kamu Harus Berhenti Menjadi Sempurna Bagi Pasangan

Menjalin hubungan dengan orang yang disayang, tidak melulu harus menjadi sosok sempurna seperti dalam film drama.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  13:38 WIB
Ilustrasi - Q108
Ilustrasi - Q108

Bisnis.com, JAKARTA – Memiliki pasangan yang sempurna tentu menjadi keinginan semua orang, tetapi memilikinya adalah perkara lain. Tak jarang, mengupayakan pasangan dan hubungan yang sempurna justru membuat orang tidak bahagia.

Ada sejumlah faktor yang mendorong orang untuk mendapatkan pasangan yang tak bercelah dan ada sejumlah alasan juga kenapa kita tidak perlu ‘menciptakan’ hubungan yang sempurna dari pasangan yang sempurna pula.

Dilansir dari Bolde, Sabtu (25/7/2020) berikut ini beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang mencari atau mengupayakan hubungan yang sempurna dari pasangan kita.

1. Pengaruh Media Sosial dan Film

Saat ini, kita seperti terus-menerus melakukan pembandingan berkat adanya jejaring sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan lain sebagainya. Orang-orang memproyeksikan gambar tertentu dari kehidupan mereka, termasuk soal hubungan.

Akan tetapi, hal ini sama sekali bukan representasi yang sebenarnya dari kejadian dan kehidupan nyata. Tak semua orang mendapatkan pasangan yang bisa memberikan banyak hadiah bagus, dan tak semua dari mereka benar-benar menjalin hubungan baik seperti yang ditampilkan.

Selain media sosial, film-film khususnya yang bergenre komedi romantis juga mayoritas melukiskan gambaran lelaki atau perempuan sempurna, dan itu tidak benar. Gambaran film-film tentang ratu dan pangeran selalu ditampilkan padahal kisah itu barangkali tak ada hubungannya di kehidupan nyata.

Dalam dunia nyata, ada banyak jalan menantang dan tidak semua berjalan sesuai keinginan pada akhirnya. Ada mereka yang bisa melewatinya tapi ada juga yang tidak demikian.

2. Keinginan Pasangan yang Tidak Realistis

Berkat adanya pengaruh dari media sosial dan film-film romantis, banyak orang yang memiliki harapan sangat tinggi terhadap pasangannya. Padahal hampir tidak mungkin bagi banyak orang untuk bertemu dengan orang lain yang sempurna baginya.

Selain itu, salah satu tuntutan bagi pasangan yang sempurna adalah kehadirannya setiap waktu. Si pasangan harus ada di berbagai saat kekasihnya, membukakan pintu, membelikan makanan, menghibur saat sedih, dan lain sebagainya. Padahal sebetulnya hal ini bisa jadi merupakan tindakan melelahkan bagi kedua belah pihak.

Masalah yang timbul dengan punya harapan yang tidak realistis adalah bahwa pasangan itu dapat dengan mudah runtuh pada saat tertentu, dan itulah yang cenderung terjadi. Selain itu, efeknya juga terjadi pada diri sendiri karena harapan kita juga tak kunjung tercapai.

3. Mencintai Sebagaimana Adanya

Hubungan yang lebih baik daripada mengupayakan kesempurnaan adalah hubungan yang apa adanya. Alih-alih menghabiskan waktu dengan hal-hal negatif yang telah atau belum dilakukan oleh pasangan, lebih baik mulai berfokus pada aspek positif dari hubungan yang dijalani.

Menyadari bahwa tidak ada yang sempurna, termasuk pasangan kita adalah hal yang sangat penting dalam menjalani hubungan. Apa yang dianggap sempurna untuk satu orang, belum tentu definisi sempurna bagi orang lain.

Selain itu, kelemahan pasangan atau hubungan yang ada menjadikan proses yang dijalani jauh lebih menarik. Seperti yang dikatakan orang-orang, apa artinya hidup tanpa tantangan dan berada di titik terendah? Pada akhirnya, hal tersebut lah yang justru membuat kita lebih menghargai hasil tinggi yang didapatkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasangan tips cinta jatuh cinta
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top