Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jarang Ganti Masker? Masalah Kesehatan Ini Mengintai

Namun yang harus diperhatikan, masker harus rajin diganti. Para ahli menyarankan agar masker diganti setiap 4 jam sekali.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  13:52 WIB
Masker kain Aruna
Masker kain Aruna

Bisnis.com, JAKARTA - Mengenakan masker wajah menjadi gaya hidup baru di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Penutup area hidung dan mulut ini menjadi satu solusi untuk meminimalisir infeksi virus tersebut.

Namun yang harus diperhatikan, masker harus rajin diganti. Para ahli menyarankan agar masker diganti setiap 4 jam sekali.

Dr Rekha Tailor dari Health & Aesthetics mengatakan masker menutupi kulit dan menciptakan lingkungan yang hangat dan lembab dan mengurangi aliran oksigen ke kulit serta menghasilkan penumpukan kulit dan jerawat. Belum lagi fakta bahwa air liur dan sekresi hidung ditahan di dalam masker untuk waktu yang lama dan dalam kontak dekat dengan kulit juga dapat meningkatkan bakteri yang terpapar kulit. "Akhirnya menyebabkan berjerawat, komedo hitam, dan beruntusan," jelasnya dilansir dari Metro UK, Selasa (4/8/2020).

Sementara saat menggunakan masker, Dr Lucy Glancey, anggota Royal College of Surgeons of England menyarankan untuk menggunakan pelembap wajah guna mencegah iritasi pada kulit karena bergesekan pada masker.

Di luar masalah kulit, tidak menjaga kebersihan masker juga dapat memengaruhi kesehatan dengan meningkatnya risiko tertular virus corona. Glancy merekomendasikan untuk mengganti atau mencuci masker setiap hari. "Dengan tidak mencuci masker setiap hari, membangun bakteri dan kuman potensial yang membuat masker tidak efektif," tuturnya.

Masker kain bisa dicuci dengan mesin cuci atau secara manual menggunakan air panas. Untuk masker sekali pakai bisa langsung dibuang ke tempat sampah. "Untuk menghindari kemungkinan kuman, lepas tali di sekitar telinga dan jangan menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda dalam proses tersebut," tegas Glancy.

Edgar Van De Linden dari Isko Vital, perusahaan yang membuat masker wajah menyebut bergantung pada kualitasnya, masker dapat dicuci hingga 30 kali, dan harus dicuci setelah setiap kali digunakan. "Saya sangat merekomendasikan untuk mencuci dengan air panas 40 derajat, atau 60 jika perlu," imbuhnya.

Gunakan deterjen dan jangan gunakan pelembut kain karena dapat merusak bentuk masker. Biarkan kering secara alami, daripada menggunakan pengering karena akan mengurangi kualitas dan keamanan pemakaian. "Namun, mencuci tangan juga aman, yang ideal untuk bepergian. Biarkan berendam dalam air sabun, panas, tetapi jangan sampai mendidih selama 10 menit. Bilas dengan baik dan keringkan di luar. Selalu keringkan secara terpisah di lingkungan yang bersih," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona masker
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top