Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bill Gates Desak AS Bantu Negara Miskin Dapatkan Vaksin Covid-19

Gates mengatakan dia telah mendorong anggota parlemen kongres untuk mempertimbangkan penambahan dana sebesàr US$8 miliar untuk bantuan ekonomi yang saat ini sedang diperdebatkan yang akan dikhususkan untuk membantu negara-negara kurang berkembang
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  19:45 WIB
Bill Gates - Istimewa
Bill Gates - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri dan Microsoft Corp, Bill Gates mendesak AS untuk membantu negara miskin dalam penyediaan vaksin covid-19 dan tidak mementingkan negaranya sendiri.

Gates mengatakan dia telah mendorong anggota parlemen kongres untuk mempertimbangkan penambahan dana sebesàr US$8 miliar untuk bantuan ekonomi yang saat ini sedang diperdebatkan yang akan dikhususkan untuk membantu negara-negara kurang berkembang mendapatkan vaksin untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

"Kami berusaha memastikan kami bisa mengakhirinya bukan hanya di negara-negara kaya," kata Gates dikutip dari Bloomberg.

Yayasan Bill & Melinda Gates telah menjanjikan lebih dari US$350 juta untuk penelitian Covid-19. Sebagian besar uang itu digunakan untuk mendanai tidak hanya penelitian, tetapi juga kapasitas produksi yang akan membantu vaksin didistribusikan secara global. Secara khusus, Gates mengatakan, ia telah mendanai upaya pengembangan vaksin oleh AstraZeneca PLC, Johnson & Johnson dan Novavax Inc., yang pada hari Selasa melaporkan data percobaan awal yang menjanjikan.

"Itu adalah yang paling scalable dan berbiaya rendah," kata Gates.

Di seluruh dunia, ada lebih dari seratus vaksin dalam pengembangan, dengan lebih dari dua lusin dalam uji klinis manusia.

Vaksin adalah harapan terbaik untuk mengendalikan pandemi dan memungkinkan negara-negara untuk sepenuhnya membuka kembali ekonomi mereka.

Gates bergabung dengan banyak orang lain yang menyatakan keprihatinannya atas “nasionalisme vaksin” di mana satu negara memprioritaskan produksi dan penimbunan vaksin untuk dirinya sendiri.

Yayasannya telah berinvestasi dalam seluruh portofolio terapi Covid-19 dan vaksin potensial, termasuk vaksin yang sedang dikembangkan di Korea Selatan. Dia percaya vaksin kemungkinan akan disetujui pada awal 2021, meskipun itu mungkin tersedia terutama untuk negara-negara kaya.

Vaksin yang lebih efektif, kata Gates, mungkin perlu waktu lebih lama untuk dikembangkan. "Vaksin awal, dalam hal efektivitasnya melawan penyakit dan penularan, tidak akan ideal dan mungkin tidak memiliki durasi yang lama," katanya.

Sementara itu, dia mengatakan optimis bahwa banyak terapi dalam pengembangan untuk mengobati virus dapat membantu secara signifikan mengurangi tingkat kematian akibat virus itu.

"Inovasi dalam diagnosa, terapi dan vaksin akan membuat kita sebagian besar keluar dari ini pada akhir 2021," kata Gates.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bill gates Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top