Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dian Sastro, Pamer Kecintaan Etnik Batik dan Tenun Sebagai Doa

Pada era digital, kesukaan dan hobi seseorang bisa terlihat dari unggahan di akun media sosial milik mereka.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  13:03 WIB
Dian Sastro, Pamer Kecintaan Etnik Batik dan Tenun Sebagai Doa
Dian Sastrowardoyo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mencintai etnik khususnya batik dan tenun seringkali mendorong si penggemar rajin mengunggah setiap desain yang mereka pakai dalam akun media sosial dengan rantaian penjelasan hingga doa.

Pada era digital, kesukaan dan hobi seseorang bisa terlihat dari unggahan di akun media sosial milik mereka. Biasanya unggahan tersebut akan menerima banyak ‘likes’ dan komentar dari masyarakat dunia maya. Umumnya komentar yang ditujukan pun cenderung positif dan mendukung.

Salah satunya sosok yang aktif mengunggah outfit tenun dan batik miliknya adalah aktris Dian Sastrowardoyo. Aktris yang terkenal lewat debut film Ada Apa dengan Cinta ini paling suka memamerkan outfit batik dan tenun miliknya lewat foto di Instagram.

“Ootd [Outfit of the day] mestinya di post di hari Jumat ya.. buah ikut challenge nya @iwetramadhan #NextLevel Batik walaupun ini ikat.. jadi alternatif batik,” ujar Dian dalam unggahannya dikutip Bisnis, Rabu (5/8/2020).

Dalam unggahan itu, Dian mengenakan outer dari tenun Sumba motif pahikung yang berwarna biru. Pada beberapa unggahan lainnya, Dian juga sangat rajin mengunggah foto bersama tenun dan ragam batik miliknya.

Dian menjelaskan, batik dan tenun adalah dua jenis motif yang penting dijaga. Dia menyatakan, pada zaman dulu, para leluhur memakai kain batik sebagai pakaian kebesaran dan pakaian untuk pergi berperang. Oleh sebab itu, pada setiap garis dan titik tersembunyi doa dan keinginan dari para pembatik untuk meraih sukses dan keselamatan.

“Dan karena zaman dulu kegiatan membatik itu bentuk doa kepada Yang Maha Kuasa, nggak jarang doa-doa itu terkabulkan.. kepada mereka yang menggunakan kain batik itu,” ujar Dian.

Dia menambahkan, konon menurut almahrum kakeknya, zaman dulu pasukan kerajaan-kerajaan Nusantara berangkat perang dengan batik, peluru maupun pedang tidak bisa menembus mereka.

“Mungkin mereka terlindungi oleh doa yang sudah berubah ujud menjaid kain batik tersebut,” ungkap Dian.

Selain itu, zaman dulu kata Dian, para ibu membatik untuk suami dan anak disertai doa dari dasar hati agar Tuhan melindungi keluarganya.

“Kalau saya bisa membatik, saya pun ingin bisa melindungi keluarga saya dengan mendadani mereka dengan batik bikinan saya sendiri,” ujar Dian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik dian sastrowardoyo
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top