Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pilek, Bikin Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja Keras Lawan Virus Corona

Menurut sebuah penelitian, beberapa orang yang tidak pernah terpapar virus corona baru mungkin memiliki sel T yang bereaksi terhadapnya
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  16:38 WIB
Pilek - nrp.org
Pilek - nrp.org

Bisnis.com,JAKARTA – Pilek yang diderita seseorang sejak beberapa tahun terakhir mungkin terbukti bermanfaat jika tubuh mengalami infeksi virus corona baru atau Covid-19.

Menurut sebuah penelitian, beberapa orang yang tidak pernah terpapar virus corona baru mungkin memiliki sel T yang bereaksi terhadapnya. Para ilmuwan mengira itu dikarenakan sel-sel sebelumnya belajar cara mengidentifikasi dan melawan virus corona yang menyebabkan flu biasa.

Sel T adalah bagian penting dari pertahanan tubuh melawan virus. Sel ini mengidentifkasi dan menghancurkan sel yang terinfeksi sekaligus memberi tahu sel B tentang cara membuat antibodi baru. Ketika tubuh terinfeksi, sistem kekebalan akan menghasilkan antibodi dan sel darah putih ini.

Tingkat antibodi dapat turun dalam beberapa bulan setelah infeksi, tetapi sel T mampu bertahan selama bertahun-tahun dan dapat membantu meningkatkan serangan lain terhadap virus sama yang masuk ke dalam tubuh.

Dilansir dari Business Insider, Jumat (7/8) penelitian terbaru menunjukkan bahwa sel T yang mengingat cara melawan virus corona lain dapat memberi seseorang kekebalan lebih terhadap jenis virus corona baru yang menyebabkan Covid-19.

“Ini bisa membantu menjelaskan kenapa beberapa orang menunjukkan gejala penyakit yang lebih ringan sementara yang lainnya mengalami sakit parah,” kata Alessandro Sette, penulis studi baru tersebut dalam siaran pers.

Tim Sette menganalisis sampel darah yang dikumpulkan antara 2015 dan 2018 dari 25 orang yang tidak pernah menderita COvid-19. Mereka menemukan bahwa individu yang tidak terpapar itu memiliki sel T memori yang dapat mengenali virus corona baru dan empat jenis virus corona flu biasa.

Temuan itu dibangun berdasarkan penelitian Sette yang diterbitkan pada Mei lalu, di mana dia menggambarkan 10 orang yang belum pernah terpapar virus corona memiliki set T pembantu yang mampu mengidentifikasi dan merespons virus.

Dia juga melakukan analisis yang lebih besar dengan melihat data dari kelompok di Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Singapura, dan Inggris. Dia menyimpulkan bahwa sel darah putih dari 20 hingga 50 persen orang yang tidak terpapar bereaksi secara signifikan terhadap virus corona baru.

Dua penelitian lainnya juga menawarkan lebih banyak bukti tentang kesimpulan dari penelitian Sette. Pertama, penelitian yang diterbitkan pada bulan lalu yang menemukan bahwa di antara 68 orang Jerman sehat lebih dari sepertiganya memiliki sel T yang bereaksi terhadap virus.

Penelitian kedua yang diterbitkan di jurnal Nature, menemukan bahwa lebih dari setengah kelompok orang sehat juga memiliki sel T memori yang dapat mengenali virus corona baru. Hasil dari kesimpulan tiga penelitian ini sangat mirip dan saling menguatkan.

Penjelasan yang paling mungkin untuk pengamatan ini adalah fenomena yang disebut reaktivitas silang, yakni ketika sel T yang berkembang sebagai respons terhadap satu virus bereaksi terhadap patogen serupa. Artinya ini bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

“Memiliki respons sel T yang kuat dapat memberi Anda kesempatan untuk meningkatkan respons yang lebih cepat dan lebih kuat,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona demam kuning
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top