Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rahasia Menurunkan Berat Badan di 10 Negara

Beda negara, beda pula budaya dan keyakinan yang dilakukan untuk menurunkan berat badan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 18 Agustus 2020  |  17:37 WIB
Warga Thailand
Warga Thailand

Bisnis.com, JAKARTA - Berat badan naik pasti membuat sebagian orang gemas. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkannya mulai dari mengikuti pola makan sehat dan bersih hingga berolahraga setiap hari yang tentu tidaklah mudah dijaga konsistensinya.

Faktanya, banyak dari kita tidak tahu ternyata ada beberapa rahasia penurunan berat badan yang paling dipuji karena berasal dari tradisi yang mengakar dan dipraktikkan sebagai cara hidup bertahun-tahun. Mungkin Anda bisa mencobanya.

Dilansir dari Times of India, Selasa (18/8/2020), berikut 10 trik sejumlah budaya negara untuk menurunkan berat badan:

1. Thailand: Makan pedas

Makanan Thailand adalah salah satu makanan paling pedas di dunia. Makanan pedas dikatakan dapat meningkatkan metabolisme dan memperlambat makan Anda dengan sedikit tenaga. Ketika makan terlalu cepat, pada saat tubuh memberi isyarat bahwa sudah kenyang, Anda sudah makan berlebihan. Makan perlahan adalah cara yang baik untuk menurunkan berat badan dan makan makanan pedas dapat membantu Anda melakukannya.

2. Polandia: Sering makan makanan rumahan

Untuk menghindari pemborosan uang dan menjaga kesehatan tetap utuh, orang Polandia lebih suka makan di rumah. Mereka hanya menghabiskan 5 persen dari uang mereka untuk makan di luar dibandingkan dengan orang Kanada yang menghabiskan sekitar 30 persen dari pendapatan mereka untuk makan di luar.

3. Jerman: Sarapan

Sekitar 75 persen orang Jerman makan sarapan mereka setiap hari, yang mencakup sereal gandum, roti, dan buah-buahan. Para ahli telah menyarankan orang untuk tidak melewatkan sarapan selama bertahun-tahun. Melewatkan sarapan membuat Anda menikmati makanan berkalori tinggi nantinya.

4. Inggris: Makan dalam porsi kecil

Orang Inggris lebih suka makan dalam porsi kecil di rumah dan bahkan di restoran. Menurut ahli gizi, makan berlebih membantu Anda menjadi lebih besar.

5. Prancis: Jangan makan terlalu cepat

Orang Prancis dikenal karena makan keluarga yang santai. Berdasarkan penelitian, rata-rata 92 persen keluarga di Prancis makan bersama di malam hari. Makanan ini biasanya berlangsung selama 33 menit pada hari kerja dan 43 menit pada akhir pekan. Ini mungkin terdengar tidak masuk akal tetapi makan lebih lama sebenarnya mendorong lebih sedikit makan.

Dibutuhkan sekitar 20 menit sejak Anda kenyang bagi otak Anda untuk menyadari bahwa Anda kenyang. Jadi, meluangkan lebih banyak waktu untuk makan berarti Anda sebenarnya makan lebih sedikit.

6. India: Ramuan Ayurveda

Ayurveda, sistem medis India kuno yang didasarkan pada pendekatan alami dan holistik untuk kesehatan fisik dan mental yang baik.

Ayurveda menawarkan banyak ramuan mudah yang menjanjikan untuk menurunkan berat badan. Ramuan ini tidak memiliki efek samping dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

7. Rusia: Tanam makanan Anda

Rusia, yang memiliki iklim serupa dengan Kanada, menanam sayur dan buahnya sendiri. Ini membuat pola makan mereka otomatis lebih bergizi. Mereka bahkan mengawetkan makanan yang mereka tanam.

8. Meksiko: Porsi makan siang yang besar

Orang Meksiko makan makanan porsi besar mereka antara jam 2 siang sampai 4 sore daripada makan makanan berat di malam hari. Logika di balik ini adalah, jika Anda makan malam dengan porsi kecil, Anda akan bangun dengan perasaan lapar dan akan mendapatkan sarapan yang lebih banyak, yang memfasilitasi penurunan berat badan.

9. Hongaria: Makan lebih banyak acar

Orang Hungaria tidak hanya membuat acar mentimun, tetapi juga paprika, kubis, dan tomat. Semua cuka dalam acar ini dapat membantu menurunkan berat badan.

Asam asetat dalam cuka membantu menurunkan tekanan darah, gula darah, dan pembentukan lemak. Jika Anda membeli acar dari pasar, periksa kadar natriumnya.

10. Jepang: Tidur siang

Kurang tidur kronis menyebabkan penambahan berat badan. Itulah mengapa orang-orang di Jepang tidur siang selama 20-30 menit untuk menyelesaikan tidurnya. Banyak orang merasa lapar padahal sebenarnya mereka mengantuk, jadi mereka makan camilan alih-alih tidur siang.

Juga, semakin sedikit Anda tidur, semakin rendah tingkat leptin Anda (membantu merasakan otak saat Anda kenyang) dan semakin tinggi tingkat ghrelin Anda (memicu rasa lapar).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang india amerika serikat jerman thailand diet
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top