Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapan Susu Sapi Dapat Diberikan Pada Anak?

ASI adalah sumber nutrisi yang sangat baik untuk bayi setelah lahir yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang tepat; itu memperkuat kekebalan dan melindungi dari infeksi.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  12:54 WIB
Peternak memerah susu sapi, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015)./JIBI-Bisnis - Rachman
Peternak memerah susu sapi, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015)./JIBI-Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah Anda mulai menyusui, Anda mungkin akan memiliki banyak pertanyaan seperti berapa lama Anda harus menyusui dan kapan Anda harus mulai memperkenalkan susu sapi kepada si kecil? Nah, kami membahas semuanya untuk Anda di artikel ini.

ASI adalah sumber nutrisi yang sangat baik untuk bayi setelah lahir yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang tepat; itu memperkuat kekebalan dan melindungi dari infeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bayi harus disusui selama enam bulan pertama dan terus menyusu dengan memberikan makanan pendamping bergizi hingga usia dua tahun atau lebih.

Jadi, kapan dan bagaimana sebaiknya Anda mengenalkan susu sapi kepada bayi Anda? Dikutip dari Boldsky.com, Rabu (26/8/2020), di berbagai negara, terdapat perbedaan usia dimana bayi harus minum susu sapi. Misalnya, di AS dan Inggris, disarankan agar susu sapi tidak diberikan sebelum bayi berusia satu tahun.

Di Denmark dan Swedia, direkomendasikan bahwa susu sapi utuh harus diperkenalkan secara bertahap masing-masing dari 9 dan 10 bulan. Namun, sebagian besar negara merekomendasikan pemberian susu sapi saat anak berusia 12 bulan.

Mengapa Susu Sapi Tidak Harus Diberikan Selama Tahun Pertama Kehidupan?
Penelitian telah menunjukkan bahwa susu sapi utuh memiliki kandungan kasein yang tinggi yang apabila dikonsumsi dapat membuat bayi sulit untuk mencerna. Selain itu, susu sapi utuh mengandung vitamin C, vitamin E, seng dan niasin dalam jumlah yang sangat rendah. Ia juga memiliki kandungan asam linoleat yang rendah yaitu sekitar 1,8 persen, lebih rendah dari level yang direkomendasikan yaitu sekitar 3 persen.

Memperkenalkan susu sapi kepada bayi Anda pada usia enam bulan dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi pada usia satu tahun menurut sebuah penelitian. Kekurangan zat besi selama dua tahun pertama kehidupan dapat mempengaruhi perilaku dan perkembangan psikomotorik

Asupan protein, natrium, kalium, klorida dan fosfor yang lebih tinggi yang ditemukan dalam susu sapi meningkatkan beban zat terlarut ginjal, sehingga menghasilkan osmolalitas urin. Selain itu, paparan susu sapi secara dini dapat meningkatkan risiko alergi . Studi lain menunjukkan bahwa memberikan susu sapi kepada bayi dapat menyebabkan pendarahan usus

Setelah bayi Anda berusia satu tahun, susu sapi dapat diberikan. Namun, konsultasikan dengan dokter anak Anda mengenai pemberian susu sapi kepada bayi Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

susu bayi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top