Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Desainer Barli Asmara Pernah Vakum 2 Tahun karena Sakit Liver Kronis

Desainer ini, juga selalu terlihat ceria dalam setiap penampilannya. Dedikasinya terhadap pekerjaan membuatnya bisa menjadi salah satu desainer papan atas tanah air.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  16:21 WIB
Barli Asmara
Barli Asmara

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar meninggalnya desainer kondang tanah air membuat banyak orang kaget. Karena tanpaknya Barli tidak terlihat sakit sebelumnya.

Desainer ini, juga selalu terlihat ceria dalam setiap penampilannya. Dedikasinya terhadap pekerjaan membuatnya bisa menjadi salah satu desainer papan atas tanah air.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab dia meninggal dunia. Tapi, beberapa tahun lalu, Barli pernah divonis mengalami sakit liver kronis.

Akibat penyakit itu, dia harus terpaksa vakum dalam kegiatan dan pekerjaannya.

Sakit itu, diduga karena kesibukannya yang kemudian membuatnya lalai menjaga kesehatan. 

Barli, juga sewaktu kecil mengakui dia termasuk anak yang mudah sakit.

Alasannya, menurutnya, karena mungkin dia ketika lahir prematur.

"Waktu lahir, saya harus diinkubator karena [saya bayi] prematur. Saking kurusnya saya, sampai-sampai keluarga sering khawatir. Ibu dan nenek saya sangat mencintai saya, sehingga saya lebih dekat dengan mereka ketimbang ayah saya,” tuturnya kepada Bisnis beberapa tahun lalu.

Barli adalah bungsu dari tiga bersaudara. Kandungan ibunya baru menginjak 7 bulan saat dia terlahir di Kota Kembang dengan bobot hanya 1,5 kilogram.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

desainer barli asmara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top