Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ilmuwan: Pakai Hand Sanitizer Rutin Bisa Lahirkan Bakteri Super

Mencuci tangan selama 20 detik, bisa mengurangi risiko penularan virus daripada menggunakan hand sanitizer.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  09:24 WIB
Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.  - ANTARA
Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Peneliti memperingatkan bahwa penggunaan gel atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer) secara masif untuk melawan virus corona baru dapat menciptakan bakteri super yang tak terbendung.

Andrew Kemp, Kepala Dewan Penasihat Ilmiah di British Institute of Cleaning Science mengatakan gel tangan berbasis alkohol masih belum terbukti membunuh Covid-19 pada kulit.

Selain itu, akademisi itu juga menyebut penggunaan gel berlebihan akan memungkinkan bakteri lain yang biasanya ada di tangan manusia belajar untuk bertahan dari zat-zat kimia yang ada pada gel tersebut.

Jika bakteri yang kebal antibiotik beradaptasi untuk bertahan hidup terhadap alkohol, lanjut Kemp, hal tersebut akan menyebabkan situasi yang tak baik. Dia menyebutnya dengan kondisi armageddon, yakni ketika bakteri dalam bertahan dari antibiotik yang ada.

Dia menekankan bahwa kebersihan tangan sangat penting untuk mengatasi penyebaran Covid-19 dan mencuci tangan adalah senjata yang ampuh. Namun, dia juga memperingatkan bahwa pembersih yang paling kuat sekalipun tidak menghancurkan seluruh virus dan bakteri yang ada.

Penelitiannya yang diterbitkan dalam American Journal of Biomedical Science and Research tersebut akan dipresentasikan pada konferensi terkemuka tentang bakteri/virus super (superbug). Hal ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan pejabat kesehatan yang telah menganjurkan penggunaan hand sanitizer.

Sebagaimana diketahui, pembersih tangan telah terjual secara masif di seluruh dunia pada awal pandemi dan sekarang menjadi barang rutin yang digunakan oleh masyarakat luas, bahkan disediakan di sejumlah tempat dan fasilitas publik.

Kemp mengatakan bahwa gel tersebut seharusnya tidak lagi terlalu diandalkan untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19. Upayanya harus lebih difokuskan pada mencuci tangan menggunakan air untuk membilas virus.

“Gel tangan sebaiknya hanya digunakan sebagai upaya terakhir dan sebagai tindakan sementara jangka pendek atau menghentikan celah jika sabun dan air tidak tersedia,” katanya seperti dikutip Express UK, Senin (31/8).

Dia melanjutkan bahwa banyak produk yang mengklaim dapat membunuh 99,9 persen bakteri adalah hal yang tidak benar. Menurutnya, yang dimaksudkan oleh para produsen dengan klaim tersebut adalah gel bisa membunuh 99,9 persen bakteri yang diuji, bukan spesifik virus corona baru.

Dengan ada lebih dari 1 juta bakteri di tangan manusia pada satu waktu, bahkan angka 99,9 persen berarti masih meninggalkan sekitar 10.000 bakteri hidup setelah melakukan sanitasi. Hal tersebut, katanya, akan menjadi residu gula dan protein yang bisa menjadi sarana kembang biak dari beberapa spesies bakteri.

“Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bakteri yang masih hidup dan tidak terbunuh oleh gel alkohol adalah patogen yang sangat berbahaya dan dapat meningkat jumlahnya. Ini berarti penggunaan gel secara rutin pada akhirnya dapat menyebabkan lebih banyak kerugian,” tandasnya.

Adapun, World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk mencuci tangan teratur dengan sabun dan air. Mereka menyarankan penggunaan pembersih tangan berbasis alkohol hanya jika tidak ada akses terhadap sabun dan air.

WHO sebelumnya telah menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan gel atau cairan pembersih tangan dapat mengarah pada bakteri super. Akan tetapi, penelitian yang dilakukan pad 2018 telah menunjukkan bahkan bakteri semakin kebal terhadap kandungan alkohol.

Sementara itu, para ilmuwan baru-baru ini sedang mengembangkan desinfektan tangan dan permukaan baru yang didasarkan pada asam hipoklorit - bagian dari sistem kekebalan tubuh sendiri. Ini dipercaya dapat membunuh virus dan bakteri tanpa meningkatkan risiko resistensi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona sabun hand sanitizer
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top