Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Negara-negara di Asia Gencar Suntik Vaksin Influenza Tahun Ini di Tengah Pandemi Covid-19

Dengan gelombang kedua atau ketiga dari pandemi virus corona yang membayangi banyak negara, mengatasi musim flu tahun ini biasanya Desember hingga Februari semakin mendesak.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 15 September 2020  |  12:20 WIB
Ilustrasi - epochtimes
Ilustrasi - epochtimes

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa negara Asia meluncurkan program vaksinasi influenza lebih awal dan lebih agresif tahun ini, sebagai upaya mengurangi potensi orang tertular flu dan Covid-19 secara bersamaan.

Dengan gelombang kedua atau ketiga dari pandemi virus corona yang membayangi banyak negara, mengatasi musim flu tahun ini biasanya Desember hingga Februari semakin mendesak.

Di Jepang, kementerian kesehatan sedang mempersiapkan 31,2 juta suntikan flu, naik 7 persen dari tahun lalu dan jumlah tertinggi sejak 2015.

Para pejabat juga mendesak pasien yang bergejala untuk menghubungi hotline medis sebelum menjalani tes untuk menghindari penularan di rumah sakit.

"Kami akan memfokuskan sumber daya medis kami pada orang sakit parah untuk mengantisipasi epidemi influenza musiman," kata Dr Takeshi Enami, seorang pejabat kementerian kesehatan Jepang dikutip dari Strait Times.

Organisasi Kesehatan Dunia telah mendesak vaksinasi flu global yang meluas tahun ini, di tengah kekhawatiran memburuknya covid-19 pada orang paling rentan terhadap risiko, seperti orang tua dan mereka yang memiliki kondisi pernapasan, juga berisiko terbesar terkena flu.

Data tentang jumlah kasus flu tahunan di seluruh Asia terbatas, meskipun Jepang memiliki sekitar 12 juta kasus pada musim 2018/19, menurut sumber resmi.

Di Korea Selatan, otoritas kesehatan menyediakan 30 juta vaksin flu untuk musim dingin, naik 20 persen dari tahun lalu.

Sekitar 19 juta orang akan diinokulasi secara gratis, mencakup sepertiga dari populasi negara itu, naik dari 13,8 juta tahun lalu.

Pejabat juga memperluas area demografis untuk vaksinasi gratis, tahun ini mencakup anak-anak dari enam bulan menjadi 18, orang dewasa di atas 61 dan wanita hamil.

Pembuat vaksin flu terbesar Korea Selatan GC Pharma mengatakan bahwa mereka akan melakukan lebih dari 10 juta suntikan flu untuk musim ini, naik dari 8,5 juta dosis tahun lalu.

Di Taiwan, pemerintah mengatakan memandang flu musiman dan virus korona sebagai dua masalah terpisah karena mereka dapat mengendalikan Covid-19 dengan aturan ketat yang ada, termasuk karantina wajib.

Para pejabat mengatakan akhir bulan lalu mereka berencana untuk memberikan lebih dari enam juta dosis gratis tahun ini.

Di China, di mana suntikan flu biasanya tidak gratis, beberapa otoritas lokal telah melaporkan lonjakan permintaan.

Otoritas pencegahan penyakit di distrik Changning di kota Shanghai mengatakan kepada media lokal bahwa mereka memperkirakan permintaan vaksin flu di musim gugur dan musim dingin meningkat sekitar 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

Di Australia, di mana musim flu berlangsung kira-kira dari Juni hingga September, para pejabat memperoleh 16,5 juta suntikan flu, naik dari 13,2 juta tahun lalu.

Langkah-langkah di Asia menggemakan upaya serupa di Amerika Utara dan Eropa.

Di Amerika Serikat, perusahaan farmasi diharapkan menyediakan sekitar 200 juta vaksin flu tahun ini, sekitar 20 persen lebih banyak dari biasanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top