Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Efek Samping Uji Klinis Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer, Nyeri Otot hingga Demam Tinggi

Saat ini, perusahaan tengah menjalankan uji klinis tahap akhir dengan menyuntikkan vaksin dan plasebo pada sukarelawan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 16 September 2020  |  08:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pfizer Inc mengatakan peserta uji klonis vaksin covid-19 buatan mereka menunjukkan sebagian besar efek samping ringan hingga sedang.

Saat ini, perusahaan tengah menjalankan uji klinis tahap akhir dengan menyuntikkan vaksin dan plasebo pada sukarelawan.

Perusahaan mengatakan dalam presentasinya kepada investor bahwa efek samping termasuk kelelahan, sakit kepala, menggigil dan nyeri otot. Beberapa peserta dalam uji coba juga mengalami demam termasuk beberapa demam tinggi.

Datanya tidak jelas, artinya Pfizer tidak tahu pasien mana yang menerima vaksin atau plasebo.

Kathrin Jansen, kepala penelitian dan pengembangan vaksin Pfizer, menekankan bahwa komite pemantauan data independen memiliki akses ke data, sehingga mereka akan memberi tahu kami jika mereka memiliki masalah keamanan dan belum melakukannya hingga saat ini.

Perusahaan telah mendaftarkan lebih dari 29.000 orang dalam uji coba 44.000 sukarelawan untuk menguji vaksin Covid-19 eksperimental yang dikembangkannya dengan mitra Jerman BioNTech.

Lebih dari 12.000 peserta studi telah menerima dosis kedua dari vaksin tersebut, kata eksekutif Pfizer pada panggilan konferensi investor seperti dikutip dari Strait Times.

Komentar tersebut menyusul uji coba vaksin Covid-19 AstraZeneca yang ditunda di seluruh dunia pada 6 September setelah efek samping yang serius dilaporkan pada seorang sukarelawan di Inggris.

Uji coba AstraZeneca dilanjutkan di Inggris dan Brasil pada hari Senin setelah lampu hijau dari regulator Inggris, tetapi tetap ditangguhkan di Amerika Serikat.

Pfizer mengharapkan kemungkinan akan ada hasil apakah vaksin itu berfungsi pada bulan Oktober.

"Kami yakin - mengingat profil kekebalan yang sangat kuat dan juga profil praklinis ... bahwa kemanjuran vaksin kemungkinan besar mencapai 60 persen atau lebih," kata Chief Scientific Officer Pfizer Mikael Dolsten.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top