Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Baru Covid-19 Cetak Rekor Mingguan, Hampir 2 Juta dalam 7 Hari

Tercatat, kasus baru melonjak pekan lalu ke level tertinggi yakni hampir 2 juta kasus hanya dalam tujuh hari, meskipun angka kematian baru menurun, statistik  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 September 2020  |  20:15 WIB
Pasien virus corona - Antara
Pasien virus corona - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona tampaknya semakin cepat meluas dan menyebar di seluruh dunia.

Tercatat, kasus baru melonjak pekan lalu ke level tertinggi yakni hampir 2 juta kasus hanya dalam tujuh hari, meskipun angka kematian baru menurun, statistik  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan.

Dalam pembaruan global terbaru, WHO mengatakan selama sepekan yang berakhir pada 20 September, 1.998.897 kasus baru virus korona baru terdaftar di seluruh dunia.

Itu menandai peningkatan enam persen selama seminggu sebelumnya dan "jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan dalam satu minggu sejak awal epidemi", kata badan kesehatan PBB itu dikutip dari Strait Times.

Sejak virus corona baru pertama kali muncul di China akhir tahun lalu, virus itu telah menginfeksi lebih dari 31 juta orang di seluruh dunia dan telah menewaskan hampir 962.000 orang.

Hampir semua wilayah di dunia melihat kasus baru meningkat minggu lalu, kata WHO, dengan Eropa dan Amerika melihat kasus baru membengkak masing-masing 11 dan 10 persen.

Hanya Afrika, yang relatif tidak terpengaruh oleh pandemi, dan melaporkan penurunan 12 persen dalam kasus baru dari seminggu sebelumnya.

Pekan lalu, sekitar 37.700 kematian baru yang terkait dengan virus tersebut tercatat di seluruh dunia, menandai penurunan 10 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Penurunan tersebut didorong oleh Amerika, wilayah yang paling lama terpukul, di mana kematian baru 22 persen lebih rendah dari minggu sebelumnya, dan oleh Afrika di mana kematian baru turun 16 persen.

Sementara itu, Amerika masih menyumbang setengah dari semua kasus yang dilaporkan dan 55 persen kematian di dunia. Penurunan nyata kematian baru di wilayah tersebut terutama didorong oleh penurunan di Kolombia, Meksiko, Ekuador dan Bolivia.

Amerika Serikat, yang merupakan negara terparah di dunia, dan Brasil, yang terpukul terparah kedua, terus melaporkan jumlah kematian tertinggi, masing-masing melaporkan lebih dari 5.000 kematian baru dalam seminggu terakhir.

Eropa, beberapa di antaranya sedang mengalami gelombang kedua infeksi, sementara itu jumlah kematian baru melonjak hingga lebih dari 4.000 selama periode tujuh hari, kenaikan 27 persen dibandingkan dengan seminggu sebelumnya.

Di Eropa, Prancis, Rusia, Spanyol, dan Inggris melaporkan jumlah kasus baru tertinggi dalam seminggu terakhir, sementara Hongaria dan Denmark melaporkan peningkatan relatif tertinggi dalam kematian.

Inggris terus menghitung jumlah kematian kumulatif tertinggi di benua itu hampir 42.000 sejak awal pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top