Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Italia Merangkul Normal Baru di Milan Fashion Week

Paris Fashion Week pekan depan memiliki 20 pertunjukan yang direncanakan tetapi tampaknya akan sepi tamu undangan, dengan sedikit pengunjung internasional.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 25 September 2020  |  15:47 WIB
Busana berdetail cut-out dalam peragaan busana Elie Saab di Paris Fashion Week 2017 - Reuters/Gonzalo Fuentes
Busana berdetail cut-out dalam peragaan busana Elie Saab di Paris Fashion Week 2017 - Reuters/Gonzalo Fuentes

Bisnis.com, JAKARTA -- Industri mode Italia kembali dalam bisnis, meski bukan bisnis seperti biasanya.

Di shoe Dolce & Gabbana, para tamu melengkapi gaun koktail bermotif macan tutul mereka dengan masker bordir renda hitam.

Social distancing yang diterapkan turut menyebabkan Fendi hanya bisa menampung 130 tamu di tempat yang biasanya menampung 1.500 tamu.

Bahkan paparazzi harus meminta Rita Ora untuk bergeser agar mereka dapat mendekat ke barisan depan untuk mewawancara Kim Jones, yang baru-baru ini diumumkan sebagai desainer baru Fendi, keamanan dengan cepat turun tangan untuk memastikan jarak aman dua meter diterapkan

Dengan sepatu hak lima inci dan rok pensil renda, Milan mengambil langkah kecil ke dalam gaya baru yang normal.

"Milan adalah satu-satunya dari empat ibu kota tempat pekan mode berlangsung dalam bentuk tradisionalnya. Undangan telah dikirim untuk 23 pertunjukan di sekitar kota selama lima hari ke depan," seperti dikutip melalui The Guardian, Jumat (25/9/2020).

New York mengadakan pekan mode yang hampir seluruhnya virtual; di London, sebagian besar desainer bertemu dengan sekelompok kecil editor untuk mempresentasikan pakaian mereka.

Paris Fashion Week pekan depan memiliki 20 pertunjukan yang direncanakan tetapi tampaknya akan sepi tamu undangan, dengan sedikit pengunjung internasional.

Dengan supermodel di catwalk dan Paul Mescal di barisan depan, Fendi menjadi pelopor yang muncul di fashion show untuk pertama kalinya sejak sebelum lockdown.

Bella Hadid, Kaia Gerber dan model AS terkenal lainnya yang tidak dapat melakukan perjalanan ke Eropa, digantikan dengan merekrut supermodel dari era lain, termasuk Penelope Tree, 70 tahun, dan Yasmin Le Bon, 55 tahun.

Kode berpakaian santai juga dibuat lebih santai: Carine Roitfeld, mantan editor Vogue Prancis yang glamor, menghadiri pertunjukan dengan jeans dan T-shirt.

Pertunjukan di Milan dirayakan sebagai landmark untuk wilayah yang terkena dampak awal virus corona di Eropa.

"Milan adalah fashion," kata Carlo Capasa, presiden Kamar Mode Italia, pada konferensi pers baru-baru ini.

Sekarang, dengan keberhasilan Italia melawan gelombang kedua lebih berhasil daripada kebanyakan Eropa, pekan mode adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa negara itu siap kembali berbisnis.

Di catwalk Fendi, koleksi barunya mencerminkan prioritas yang berubah, dengan keranjang piknik, tas jinjing berbahan lembut, dan tempat botol air crossbody.

Di Dolce & Gabbana, gaun malam dengan tali bra renda hitam menggambarkan sebuah buku cerita tentang romansa musim panas Italia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Italia fashion pakaian Paris Fashion Week
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top