Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Big Hit IPO, Member Boy Band BTS Berpotensi Kantongi US$55 Juta

Listing terbesar negeri ginseng dalam beberapa tahun ini hanya membutuhkan waktu beberapa jam bagi penjamin emisi untuk menemukan pembeli untuk saham yang tersedia.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 September 2020  |  09:46 WIB
Boy band Korea BTS - Instagram
Boy band Korea BTS - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah menggemparkan chart global dengan rilis lagu berbahasa Inggris pertama boy band Korea Selatan BTS, berjudul "Dynamite", Big Hit Entertainment Co. akan mengalami momen euphoria lain.

Kali ini, dengan penawaran umum perdana yang dapat memberi perusahaan agensi itu nilai pasar sekitar US$4 miliar.

Listing terbesar negeri ginseng dalam beberapa tahun ini hanya membutuhkan waktu beberapa jam bagi penjamin emisi untuk menemukan pembeli untuk saham yang tersedia.

Antusiasme ini bahkan terjadi setelah Covid-19 memaksa BTS untuk membatalkan tur keliling dunia dan dengan risiko bahwa beberapa member yang sudah mencapai batas usia mungkin harus menjalani wajib militer.

"Timingnya sangat pas bagi Big Hit untuk go public. Penjualan album meningkat bahkan tidak adanya konser dan BTS kini berada di pusat popularitas yang sedang berlangsung," ujar Sung Jun-won, seorang analis di Shinhan Investment Corp. melalui Bloomberg, Sabtu (26/9).

Penawaran saham tersebut akan mendongkrak nilai kekayaan pendiri Big Hit, Bang Sihyuk, menjadi US$1,4 miliar jika harganya berada di ujung atas kisaran yang dipasarkan, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Tujuh anggota band, semuanya berusia 20-an, juga akan mendapatkan sekitar US$8 juta saham setelah Bang memberikan mereka masing-masing 68.385 saham pada bulan Agustus.

Bang, 48 tahun, memilik 43% saham dari agensi musik yang berbasis di Seoul itu, sementara perusahaan game Netmarble Corp. memegang 25% setelah menginvestasikan US$172 juta dua tahun lalu.

Pendiri Netmarble, Bang Jun-hyuk, yang merupakan kerabat Bang Sihyuk, sudah menjadi salah satu orang terkaya di Korea Selatan.

Untuk saat ini, Big Hit menolak berkomentar.

Bang Sihyuk, juga dikenal sebagai "Hitman," dia mendirikan Big Hit pada tahun 2005 setelah sukses berkarir sebagai produser musik di JYP Entertainment Corp.

Awalnya, bisnis sangat sepi sehingga artis mampir ke kantor hanya untuk bermain pertandingan tenis di Nintendo Wii milik perusahaan, katanya dalam wawancara Bloomberg 2017.

Setelah hampir bangkrut, terobosan pertama Big Hit datang pada tahun 2009, ketika lagu “Without a Heart” dari 8Eight menjadi hit lokal.

Adapun BTS secara resmi memulai debutnya pada tahun 2013 dengan album single "2 Cool 4 Skool" dan mendapatkan perhatian global saat meraih penghargaan Top Social Artist di Billboard Music Awards 2017. “Dynamite” menjadi lagu No. 1 di chart Billboard Hot 100.

BTS menghasilkan lebih dari 97% penjualan Big Hit tahun lalu dan hampir 88% pada paruh pertama tahun 2020, seperti yang ditunjukkan pada pengajuan IPO.

“Saya mendapat pertanyaan tentang bagaimana BTS menjadi begitu sukses, dan saya juga penasaran,” kata Bang dalam acara TV lokal pada 2018. “Saya tidak membayangkan masa depan seperti sekarang ketika saya pertama kali merencanakan BTS. Tujuannya bukan menjadikan mereka sebagai artis top. "

Tidak dapat dipungkiri, pandemi virus corona telah memberikan pukulan bagi industri musik yang lebih luas, dengan konser dan pertunjukan langsung dibatalkan atau ditunda karena pembatasan jarak sosial diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus.

Pendapatan Big Hit turun hanya 8% dalam enam bulan hingga Juni menjadi 294 miliar won (US$251 juta), dengan konser menyumbang kurang dari 1% penjualan, dibandingkan dengan yang ketiga tahun lalu, menurut pengajuan IPO.

Dampak pandemi tetap menjadi perhatian. Krisis kesehatan yang memburuk atau berkepanjangan dapat berdampak negatif bagi rencana bisnis atau pendapatan perusahaan, Big Hit memperingatkan dalam prospektusnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo bts
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top