Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Tips Mengelola Keuangan Saat Pandemi

Aidil Akbar, Chairman dan Presiden Asosiasi Perencana Keuangan IARFC mengatakan bahwa saat ini masyarakat mengerem konsumsi mereka karena mereka work from home, ada juga yang ketakutan karena banyak lingkungannya yang terkena phk atau penghasilannya dipotong.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  16:20 WIB
Ilustrasi rupiah
Ilustrasi rupiah

Bisnis.com, JAKARTA - Virus corona yang telah menyerang negara termasuk Indonesia dari awal tahun 2020 belumlah sirna, sampai saat ini banyak yang terdampak termasuk perekonomian. Banyaknya pekerja yang dipotong penghasilannya atau terdapat pemutusan menjadi perhatian utama.

Aidil Akbar, Chairman dan Presiden Asosiasi Perencana Keuangan IARFC mengatakan bahwa saat ini masyarakat mengerem konsumsi mereka karena mereka work from home, ada juga yang ketakutan karena banyak lingkungannya yang terkena phk atau penghasilannya dipotong.

“Untuk teman-teman yang mengalami musibah PHK atau dirumahkan, pertamanya adalah surviving mod dulu, investasi yang sudah ada gain-nya dipindahkan ke investasi yang liquid, jadi memang buat teman-teman yang terkena musibah, prioritas pertama mengamankan biaya hidup dulu 3 bulan - 6 bulan hidup ke depan sambil bisnis atau memulai usaha,” tuturnya dalam dialog virtual yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (13/10/2020.

Ia juga menyarankan bahwa uang yang dipindahkan ke investasi yang lebih liquid bisa digunakan untuk mencari ilmu tambahan pada saat waktu kosong sambil mencari pekerjaan yang baru. Karena ilmu ini sangatlah dibutuhkan nantinya.

“Ilmu adalah bagian dari investasi juga, pekerjaan akan semakin kompetitif nanti maka orang-orang yang punya keterampilan tambahan, standout di antara mereka akan lebih dilihat oleh HRD. Sertifikasi atau tambahan-tambahan ilmu cukup membantu saat phk bisa juga menambah nilai jual kita,” ujarnya.

Lalu, saran mengelola keuangan untuk golongan atas yang memiliki banyak penghasilan adalah dengan banyak membeli properti, seperti yang kita ketahui, saat ini properti banyak yang harganya turun, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk berinvestasi di properti.

Sementara, untuk golongan menengah dengan standar gaji upah minimum provinsi adalah menggunakan rumus 40 - 30 - 20 - 10. Yang mana 40% untuk menunjang biaya hidup termasuk transportasi, biaya makan dan lainnya, 30% untuk biaya cicilan kendaraan dan cicilan lain, 20% dialirkan ke investasi dan 10% dialirkan ke sosial seperti zakat, infaq, shodaqoh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis tips keuangan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top