Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Belanja Aman Belanja di E-Commerce

Saat melakukan transaksi e-commerce, tantangan yang sering dihadapi adalah pencurian data pribadi dan transaksi palsu.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  15:59 WIB
Ilustrasi e-commerce - CC0
Ilustrasi e-commerce - CC0

Bisnis.com, JAKARTA — Wabah virus corona yang telah menyerang banyak negara termasuk Indonesia masih ada sampai saat ini. Tentu berdampak buruk tetapi ada juga dampak baiknya, dampak baiknya adalah wabah ini secara drastis mengakselerasi pertumbuhan ecommerce di seluruh Indonesia.

Handikin Setiawan Head of Strategy and Business Planning VISA Indonesia mengatakan bahwa banyak sekali konsumen melakukan pembelanjaan di e-commerce. Terlebih, masyarakat Indonesia sangat mengharapkan dan memahami cashless society. Dari survei yang dilakukan Visa, ada 3 manfaat utama dari cashless.

1. Kemudahan karena mereka bisa melakukan pembayaran dimana saja dan kapan saja

2. Efisien, konsumen dapat menggunakan waktu mereka untuk hal yang lebih produktif

3. Dapat memahami keadaan keuangan mereka yang lebih baik bisa juga meningkatkan literasi keuangan.

Namun, ada risiko yang membayangi fenomena e-commerce, kejahatan akan selalu ikut kemana uang pergi. Sehingga ada hal yang harus diwaspadai.

“Ada dua resiko dan satu tantangan, pertama pencurian informasi data pribadi, kedua adalah transaksi palsu yang dirugikan pasti semua pihak dan hal ini bisa menurunkan trust terhadap pembelanjaan online nah tantangannya adalah hambatan dalam melakukan pembayaran,” ujarnya dalam Webinar Belanja Online Aman dengan VISA, Kamis (15/10/2020).

VISA juga sudah melakukan banyak hal dalam mengamankan e-commerce dari kejahatan digital, beberapa hal yang dilakukan pertama adalah melindungi data konsumen, yang kedua adalah membuat data menjadi tidak bermanfaat untuk pencuri misalnya token yang menggantikan enam belas digit nomor kartu. Ketiga, melakukan edukasi ke customer dan terakhir Harness data.

“Kalau sampai ada pencurian, resikonya bisa diminimalisasi dengan memproteksi informasi pembayaran yang bersifat pribadi seperti CVV kartu kredit yang memang tidak boleh dibagikan kepada siapapun. Dari kami ada beberapa layer juga untuk memastikan tidak ada fraudulent transaction. Meskipun sepersekian detik melakukan pembayaran itu ada beberapa layer untuk memastikan keamanan dari transaksi,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online e-commerce efisiensi transaksi online
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top