Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seni Ternyata Bikin Anak Tambah Cerdas Lho

Seni atau arts, seringkali terlupakan sebagai komponen penting dalam kurikulum pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  02:37 WIB
Anak melukis
Anak melukis

Bisnis.com, JAKARTA -- Seni sebagai cabang ilmu pendidikan masih harus bertarung dengan cabang ilmu lain, khususnya sains dan teknologi, sekalipun seni berkemampuan mendorong daya imajinasi dan analitis anak.

Seni atau arts, seringkali terlupakan sebagai komponen penting dalam kurikulum pendidikan dan tumbuh kembang anak.

Kerap kali tradisi dan belajar seni menjadi kegiatan tambahan atau sekadar ekstrakurikuler, ketimbang sebagai sebuah cabang ilmu yang setara dengan sains atau teknologi. 

Padahal kini sedang berkembang skema STEAM singkatan untuk Sains (science), Teknologi (technology), Teknik (engineering), Seni  (art) dan Matematika (mathematic). Seperti dikutip di www.affordablecollegesonline.org, Rabu (14/10/2020), istilah ini diciptakan di Sekolah Desain Pulau Rhode (RIDS).

STEAM sendiri menggambarkan peran seni dalam desain dan sains.

Salah satu pendiri awal Georgette Yakman, yang dikutip dari www.affordablecollegesonline.org menyebut STEAM sebagai “Sains dan Teknologi, yang ditafsirkan melalui Teknik dan Seni, semua berdasarkan unsur-unsur matematika.”

STEAM adalah sebuah pendekatan pembelajaran terpadu yang mendorong siswa untuk berpikir lebih luas tentang masalah di dunia nyata.

STEAM juga mendukung pengalaman belajar yang berarti dan pemecahan masalah, dan berpendapat bahwa sains, teknologi, teknik, seni dan matematika saling terkait.

Dalam STEAM, sains dan teknologi dapat diartikan melalui seni dan teknik, termasuk juga komponen matematika.

Namun hingga saat ini postur kurikulum pendidikan di Indonesia masih dominan mengadopsi skema STEM yakni sains, teknologi, teknik, dan matematika ketimbang STEAM yakni sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika.

Salah satu astrofisikawan Indonesia, Premana W. Premadi mengungkapkan adanya relasi kuat keterlibatan seni dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak. 

Dia menilai, cabang ilmu seni misalnya seni tari, seni musik, seni lukis, atau seni menyanyi sangat mendorong daya imajinasi anak.

Pertumbuhan daya imajinasi siswa diyakini akan sangat membantu perkembangan kemampuan berpikir kritis anak terhadap kondisi di sekitarnya dan mendorong cara dia merespon.

“Saya misalnya sudah lama cinta pada musik, yang ternyata sangat berdampak pada kesukaan saya di bidang astronomi karena membantu saya melihat alam semesta dengan struktur yang lebih jelas sekaligus indah,” kata Nana dalam konferensi pers bersama Koalisi Seni beberapa waktu yang lalu.

Dia menilai, kehadiran seni atau arts juga sangat mendorong pengembangan akal budi seseorang. Seni sangat mempengaruhi kerja rasio, kejiwaan, dan kemampuan mendeskripsikan, merespon, dan menciptakan hal-hal yang bersifat estetik. 

“Semakin dini anak terekspose dengan kualitas hidup estetik, maka dia punya kekuatan rasional dan melalui penghalusan dari akal budi,” sambungnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seni parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top