Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Galeri Indonesia Kaya Hadirkan Pentas Daring Ruang Kreatif

Pementasan daring dilakukan oleh Galeri Indonesia Kaya bertujuan untuk menjaga keselamatan, dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  19:25 WIB
Galeri Indonesia Kaya - indonesiakaya.com
Galeri Indonesia Kaya - indonesiakaya.com

Bisnis.com, JAKARTA— Galeri Indonesia Kaya bersama Garin Nugroho menghadirkan program Pentas Daring Ruang Kreatif, memberikan ruang pentas bagi peserta terpilih dalam Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia di masa pandemi Covid-19.

Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia, mengungkapkan program Pentas Daring Ruang kreatif merupakan bentuk alih media pementasan yang dilakukannya karena merebaknya Covid-19 di dalam negeri.

Langkah mengalihmediakan dari pementasan panggung menjadi pementasan daring ini diambil olehnya setelah melihat situasi dan kondisi yang terus berkembang dan alasan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat.

“Setelah melewati serangkaian program yang telah diselenggarakan sejak Agustus 2019 yang lalu, Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia telah berhasil memilih 14 komunitas seni dari 452 proposal yang masuk. Para peserta terpilih ini berkesempatan untuk menampilkan karya seni dalam Panggung Ruang Kreatif yang akan diselenggarakan di Galeri Indonesia Kaya tahun ini,” katanya, Jumat (16/10/2020).

Pada akhir pekan ini,  Pentas Daring Ruang Kreatif menghadirkan pementasan berjudul Sunar Rahwana  yang ditampilkan oleh Wayang Sunar, dan dapat disaksikan pada Sabtu (17/10/2020) pukul 15.00 di akun Youtube Indonesiakaya.

Melalui pementasan ini, kelompok seni asal Karangasem, Bali ini ingin membangun wacana wayang dan arti pentingnya seni wayang dalam proses kehidupan.

Garin Nugroho yang menjadi mentor komunitas seni ini mengungkapkan bentuk Wayang Sunar ini terinspirasi dari ogoh-ogoh yang ada di Bali, dari pola urutan atau rajutan Bali yang digunakan menciptakan kesan baru pada bentuk wayang yang dapat bergerak melalui tangkai yang dipasang dalam setiap persendian wayang.

“Komunitas ini beranjak dari kesenian klasik menjadi bentuk pertunjukan wayang yang lebih kontemporer. Semisal tembang- tembang dikemas lebih modern dipadukan dengan suasana musik barat yang kemudian menjadi media ungkap dialog dalam karya ini,” kata Garin.

Karya ini merupakan karya seni pertunjukan wayang yang dikemas dengan bentuk baru yang memadukan wayang tiga dimensi yang pada pertunjukannya dapat mengeluarkan cahaya (Sunar), teater, olah vokal, koreografi, dan musik yang semuanya diolah dalam panggung pertunjukan.

Dialog yang diungkapkan melalui bentuk koreografi wayang, dan juga tembang-tembang klasik yang dikemas lebih modern merupakan media ungkap dialog dalam karya Wayang Sunar.

Pementasan yang disutradarai oleh Ida Wayan Pangsua Dharma ini mengangkat kisah cinta Rahwana dan Sita namun menampilkan perspektif berbeda dari sisi Rahwana.

Para dalang muda, penari dengan arahan koreografer I Gst Ngurah Alit Satria Wibawa dan pemusik arahan Putu Afri Hardyana yang tergabung dalam komunitas ini menampilkan karya yang secara menyeluruh menjadi bentuk karya seni yang sangat kompleks namun dipadukan menjadi satu kesatuan utuh.

Para penikmat seni juga diajak untuk menyaksikan karya komunitas Among Roso yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah.

Komunitas yang bergerak dalam bidang tari ini akan menampilkan karya tari berjudul NGAWAK yang dapat disaksikan pada Minggu (18/10) pukul 15.00 di akun Youtube Indonesiakaya.

Dengan arahan mentor koreografer Indonesia dan juga dosen tari Institut Kesenian Jakarta, Hartati, komunitas ini menampilkan karya yang berisi tentang interpretasi bentuk dan karakter, imajinasi keruangan tubuh, dalam proses pencapaian keaktualan tubuh.

Melalui proses eksplorasi, ekspresi gerak tubuh yaitu kekuatan, keseimbangan, dan kelenturan tubuh menjadi pijakan utama pengolahan gerak dalam karya ini.

Pementasan NGAWAK dengan koreografer Dionisius Wahyu Anggara Aji ini menampilkan gerak stakato, pengembangan gerak tradisi, pembaharuan gerak yang inovasi, akrobatik, serta kekuatan tubuh.

Berawal dari pengalaman empiris koreografer yang mencapai titik sadar bahwa tubuhnya harus menciptakan bentuk baru dengan berbagai gerak akrobatik.

Masing-masing penari menampilkan kemampuannya, seperti Rezky dan Arif dengan keterampilan menarikan ganong, Adi Nugroho dan Muhammad Maulana yang memiliki keterampilan tari Surakarta dengan baik. Para penari ini menyatu dalam gerak tubuh yang indah dalam karya ini.

Dionisius Wahyu Anggara Aji mengungkapkan karya ini berawal dari kegelisahan dirinya yang merasakan tubuhnya yang tidak dapat diam dan selalu ingin bergerak.

“Dari situ saya ingin menciptakan suatu keahlian baru dengan melakukan eksplorasi ruang tubuh serta mengembangkan fleksibilitas dan intensitas tubuh agar dapat menembus batas kemampuan tubuh untuk menemukan warna baru bagi seni pertunjukan dan dapat diinterpretasi dengan baik oleh para penonton,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seniman galeri indonesia kaya
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top