Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Studi: Lindungi Dokter dari Infeksi Covid-19, Ruang ICU Jangan Gunakan AC

Resirkulasi udara oleh sistem AC yang terpusat menyebabkan infeksi signifikan terhadap kalangan medis dan menyebabkan kematian dokter dan perawat di India.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  10:07 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BENGALURU - Sebuah studi di India menunjukkan adanya hubungan penggunaan penyelaras udara atau AC dengan risiko dokter terinfeksi Covid-19 dari pasien yang dirawatnya. 

Unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 harus dijauhkan dari AC untuk membatasi risiko infeksi terhadap dokter.

Lebih dari 500 dokter meninggal akibat Covid-19 di India, negara terparah kedua di dunia, saat infeksi mendekati angka delapan juta.

"Resirkulasi udara oleh sistem AC yang terpusat inilah yang menyebabkan infeksi signifikan terhadap kalangan medis kami dan juga menyebabkan kematian dokter dan perawat," menurut studi Institut Sains India di Bengaluru, yang dianggap sebagai salah satu universitas sains terbaik di negara tersebut.

Mengurangi resirkulasi udara dan meningkatkan penggunaan udara luar ruangan mampu meminimalisasi risiko penyebaran virus Corona di ruangan tertutup, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Studi terdahulu menyarankan negara-negara dengan iklim panas berhati-hati menjaga ruangan tertutup tidak kering akibat pendingan AC yang berlebihan.

Studi itu mencatat bahwa menjaga tingkat kelembaban dalam ruangan antara 40-60 persen dapat membantu membatasi penularan virus.

Apabila tanpa AC, ICU dapat dilengkapi dengan kipas yang memaksa udara untuk masuk, juga dengan kipas penyedot untuk menarik udara terinfeksi dan mengatasinya dengan filter udara berbahan dasar sabun atau air yang sangat panas sebelum melepaskannya ke luar, menurut studi.

"Pasien [Covid-19] di ICU merupakan sumber aktif virus, dan mereka secara konsisten mengeluarkan partikel," kata A.G. Ramakrishnan, penulis utama studi tersebut, kepada Reuters. "Sehingga, kalau kita tidak menyaring udara, hal itu memperburuk keadaan."

Di ICU, tempat AC diperlukan, sistem AC dari ruang ICU Covid-19 dapat diputus dari ICU yang lain dan kipas penyedot harus dipasang untuk menarik udara yang terinfeksi dan kemudian disaring, menurut studi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india KIPAS Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top